Terlahir Down Sindrom, Adi Berhasil Diterima IPB

Terlahir Down Sindrom, Adi Berhasil Diterima IPBAdi kini semester II di IPB @detik.com

Ferdhi Ramadhan (21) alias Adi telahir dengan kondisi bawaan mengidap down syndrome karena ada kelainan genetik. Hal itu mengakibatkan Adi memiliki IQ di bawah rata-rata sehingga kesulitan belajar.

Tapi, semangat Adi untuk belajar dan menimba ilmu tak pernah padam. Ibunya Ernim Ilyas (59), mengakui jika anaknya pantang menyerah soal pendidikan. Adi sejak usia 9 tahun mengikuti latihan olahraga di bawah bimbingan Special Olympics Indonesia (SOIna) di samping mengenyam pendidikan formal.

Luar biasanya, setelah lulus dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Bina Karya Insani 2015, Adi melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Dia mengejar cita-citanya menjadi seorang mahasiswa.

"Pas Adi lulus sekolah (SMA -red) itu suatu kebanggaan banget. Tapi setelah itu kita kepikiran si Adi mau di bawa ke mana. Eh namanya Allah Maha Kuasa, Adi baru lulus SMA ada pengumuman di tempat latihannya kalau ada program beasiswa dari Kementerian Sosial," ujar Ernim.

Adi pun menjalani bebagai tes sebagai persyaratan masuk perguruan tinggi. Dia memilih jurusan program diploma Jaminan Mutu Pangan (JMP) di Institut Pertanian Bogor.

-adi-ipb

"Pas tes tertulis saya khawatir juga. Saya nungguin di luar ruangan. Ada satu anak selesai tes keluar, saya mikir 'kok anak saya nggak keluar-keluar ya? Bisa nggak ya dia?' Akhirnya dia keluar juga dan saya agak lega karena berarti anak saya masih ngerti kan. Terus ikut tes wawancara, lulus, dan akhirnya diterima," kenang Ernim.

Saat ini Adi sudah masuk ke semester 2 program perkuliahannya. Sejauh ini, Adi bisa mengikuti materi kuliahnya dengan baik.

"Adi sekarang bisa bikin sirop. Bisa bikin selai nanas," pungkas Ernim.

Ditanya apa keinginan Adi setelah lulus kuliah, dia mengaku ingin membuat produk-produk makanan sendiri yang dijual di warung tetangga. Sejak dulu, dia memang suka hal-hal berbau kuliner. Demikian dilansir dari Detik.

Nay