Tampilkan Aktivis Gay Dandan Ala Ustaz, Kompas TV Dituduh Pro LGBT

Tampilkan Aktivis Gay Dandan Ala Ustaz, Kompas TV Dituduh Pro LGBTAktivis gay didandani mirip ustaz @fpi.or.id
Kompas TV tak ketinggalan menampilkan isu aktual sehubungan dengan fenonema Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT). Kompas TV pun menayangkan dialog khusus mengenai LGBT. Tetapi program yang mengudara pada Kamis (11/2) lalu tersebut justru menimbulkan kontroversi dan sebagian netizen menuduh Kompas TV mendukung LGBT.

Pada acara itu mengundang 5 narasumber, antara lain 1 pria gay, 2 aktivis pro LGBT, 1 pihak kontra LGBT, dan 1 orang yang netral. Melihat dari perbandingan jumlah narasumber, netter beranggapan debat tersebut tidak adil. Terutama karena narasumber dari kubu kontra merupakan seorang politisi yang tidak terlalu memahami tentang LGBT.

Di samping itu publik beranggapan pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan sang pembawa acara, Rosiana Silalahi terlalu memihak kubu LGBT.

Yang tak kalah menarik, ada segmen ketika aktivis gay menceritakan pengalaman kurang menyenangkan karena dirinya ditolak oleh masyarakat hingga nyaris menangis. Tidak cukup sampai di situ, 2 wakil dari pihak pro LGBT merupakan wanita berkerudung dan aktivis gay mengenakan peci serta didandani ala ustaz.

aktivis gay didandani mirip ustadz di kompas tv

Setelah dialog itu tayang, banyak netizen memprotes akun Twitter Kompas TV. Mereka menilai Kompas TV telah menyatakan dukungannya terhadap perilaku yang di Indonesia masih dianggap bertentangan dengan norma tersebut dengan membawa-bawa agama Islam.

"KOMPAS TV bukan menggiring saja tapi MEMBODOHI DAN MENIPU masyarakat, @KPI_Pusat hrs bertindak," kata salah satu netter. "Ini akal2an @KompasTV memecah belah umat islam dengan isu #LGBT (dimana LGBT didandanin seperti ustad)," sahut lainnya.
hdk