Kesesatan Gafatar, Larang Salat & Puasa Hingga Akui Nabi Palsu

Kesesatan Gafatar, Larang Salat & Puasa Hingga Akui Nabi PalsuOrganisasi sesat Gafatar sudah dibubarkan MUI @kompas.com

Kasus hilangnya dokter Rica Tri Handayani akhir-akhir ini ikut mengangkat nama Organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar).

Belakangan, selain Rica, masih ada korban hilang lainnya terkait organisasi ini. Mereka adalah Diah Ayu Yulianingsih, seorang ibu putra satu anak dari Sleman; ES, seorang PNS RSUP Dr Sardjito; hingga seorang pelajar tingkat SMA, Ahmad Kevin Aprilio.

Kerabat korban Ayu, M. Faried Cahyono mengungkapkan jika Gafatar adalah organisasi sesat. Dia menunjukan buktinya berupa surat Ditjen Kesbangpol Kementerian Dalam Negeri RI Nomor 220/3657/D/III/2012 tanggal 20 November 2012 yang melarang organisasi tersebut.

"Organisasi (Gafatar) ini sesat. Kesesatan mereka dibungkus rapi dengan kegiatan sosial," kata Faried di Polda Yogyakarta, Senin (11/1).

Cahyono menjelaskan, beberapa kesesatan Gafatar adalah mengajarkan kepada para pengikutnya untuk tidak menjalankan salat lima waktu dan puasa Ramadan.

"Ayu tahun 2006 terlibat Gafatar. Organisasi ini pandai membungkus aktivitasnya dengan kegiatan sosial. Setelah suami Ayu meninggal, situasi ini dimanfaatkan untuk mempengaruhinya," kata dia.

Dia kemudian meminta pada pihak yang terlibat Gafatar untuk segera bertaubat. Selain itu, Cahyono juga meminta MUI dan NU ikut mengawasi ajaran Gafatar dengan sungguh-sungguh.

"Organisasi ini sudah dilarang dan mati, tapi muncul dengan organisasi baru," kata dia.

Secara terpisah Kepala Polda Yogyakarta, Brigjen Pol Erwin Triwanto, secara tesirat menyebut kasus hilangnya sejumlah orang tersebut masih ada kaitannya dengan Gafatar. "Iya bersangkutan dengan organisasi itu."

Erwin menjelaskan, Gafatar sendiri sudah dibubarkan oleh MUI karena dianggap sesat. Meski demikian, para pengurus organisasi itu lantas mengganti namanya menjadi Negara Karunia Tuhan Semesta Alam.

Dari sejumlah laporan, Gafatar tidak mengakui Nabi Muhammad sebagai rasul Allah melainkan Ahmad Musadek yang saat ini ada di LP Cipinang.

Nay