PM Perancis Larang Jilbab Dipakai di Lingkungan Kampus

PM Perancis Larang Jilbab Dipakai di Lingkungan KampusMuslimah Perancis mendemo larangan jilbab di kampus @metro.co.uk

Perdana Menteri Perancis Manuel Valls mempertimbangkan larangan memakai jilbab di lingkungan kampus. Dia mengaku terus terang tak suka dengan pemandangan jilbab di perguruan tinggi.

"Seharusnya ini (larangan memakai jilbab) sudah dilakukan," kata Valls, dilansir dari the Guardian, Jumat (15/4).

Dalam wawancara dengan Liberation, Valls mengatakan hal itu untuk melindungi warga Perancis dari ideologi ekstrem. Dia mengatakan jilbab yang dipakai untuk motif politik justru menindas kaum perempuan dan tidak berhubungan dengan gaya berbusana.

"Ini harus dilakukan, tapi ada aturan konstitusi yang membuat larangan ini sulit. Kami harus tanpa kompromi terkait aturan sekularisme di pendidikan tinggi," ujar Valls.

Namun, pernyataan Valls itu mendapat kritikan dari Menteri Pendidikan Perancis Najat Vallaud-Belkacem yang masih rekan satu partainya di Partai Sosialis.

"Hukum larangan berjilbab di universitas sama sekali tak dibutuhkan. Kebebasan adalah hak asasi termasuk kebebasan beragama. Universitas Perancis banyak memiliki mahasiswa asing. Apakah kita juga akan melarang akses mereka hanya karena budaya berpakaiannya?" kata Najat.

Penolakan juga datang dari Thierry Mandon, politisi dari Parati Sosialis. "Mereka sudah dewasa dan memiliki hak untuk menggunakan jilbab. Jilbab tak akan dilarang di komunitas Perancis," katanya.

Nay