Ingin Tiru Beyonce Dan J-Lo Atau Justin Timberlake

Berdansa ala Beyonce, Shakira, Justin Timberlake hingga Neyo.

Adalah United Dance Works (UDW), kursus tari yang membuka kelas untuk meniru aksi ”dansa panggung” para bintang MTV itu. Jika melihat kelas-kelas yang ditawarkan, pasti akan tersenyum. Ada Bodylicious, yakni kelas bagi mereka yang ingin bisa meliuk-liukkan tubuh dengan gerakan seksi ala Shakira, Beyonce, ataupun Britney Spears. Jika ingin bergaya unik ala Lady Gaga atau Rain, silakan masuk ke kelas Pop Modern Dance.

Ingin gerakan seksi yang dinamis seperti Jennifer Lopez? Silakan ikut kelas Street Latin. Namun, jika mencari yang lebih maskulin seperti Neyo, Chris Brown, atau Justin Timberlake, lebih baik mengikuti kelas Hip Hop.

Bisa dibilang, UDW adalah pelopor kursus dansa seperti ini. Tak heran jika kemudian program Open Class mereka langsung diburu oleh para penggemar tari. Baik itu yang serius, atau hanya untuk hobi. Dari ibu-ibu muda, pekerja, mahasiswa, hingga siswa SMA.

Sesuai namanya, Open Class adalah kelas yang tidak mengikat pesertanya untuk terus mengikuti program ini. Diadakan setiap hari, dari pukul 09.00–19.00 WIB, setiap kelas berdurasi satu jam.

Tiap jamnya, kelas akan mengajarkan koreografi dari jenis kelas yang berbeda-beda. Jadi, peserta boleh saja mengikuti dua kelas dalam sehari, misalnya kelas Hip Hop dan Bodylicious. Jika esoknya ingin masuk kelas Pop Modern saja juga boleh. Yang penting peserta harus membayar Rp85.000 per kelas. Jika menggunakan voucher, harganya bisa lebih murah lagi, yaitu berkisar Rp65.000-Rp75.000. Asyiknya, sebelum membayar, peserta dibolehkan menjajal satu kelas secara gratis atau free trial.

Dari olahraga sampai pelampiasan Seperti apa serunya belajar koreografi dari musisi top dunia? Yang pasti menyenangkan. Coba tanya artis Cornelia Agatha.

Aktris dan pemain teater ini termasuk peserta yang rajin mengikuti Open Class. Ia mengaku, Kamis dan Jumat adalah hari wajibnya untuk ikut kelas ini.

Diluar itu, ia bisa datang juga untuk mengikuti kelas, yang disebutnya membakar keringat dengan cara yang sangat fun. Jadi jika ditotal, Lia, panggilan akrabnya, bisa sampai empat hari berturut-turut mengikuti program ini.

”Ini seperti pelampiasan buat saya. Soalnya waktu muda belum ada kelas yang mengajarkan tarian ala generasi MTV seperti ini,” kata ibu sepasang anak kembar berusia 37 tahun ini.

Lia yang pernah ikut sekolah tari di institusi pendidikan non formal Namarina mengaku suka gemas jika melihat Beyonce menari di atas panggung. Ia penasaran ingin meniru gaya menari penyanyi seksi itu. Karena itulah begitu mendengar tentang UDW, Lia mengaku tak perlu pikir dua kali untuk mengikutinya.

“Selain bisa menguasai gaya menari Beyonce, bonusnya ialah tubuh kita jadi sehat karena kita berolahraga,” kata Lia yang rajin ikut kelas Hip Hop dan Bodylicious. Asal tahu saja, dengan menari atau nge-dance, kalori tubuh yang terbakar bisa mencapai ratusan kalori.

Karena itulah buat Lia, menari bisa menjadi pengganti dari olahraga lain yang mulai membosankan. “Saya bosan dengan nge-gym dan lari. Jadi, menari ini seperti alternatif untuk olahraga yang mengeluarkan keringat dan kardio. Karena ada musiknya, jadi tambah fun,” kata Lia.

Olahraga yang menyenangkan juga jadi alasan Bella, 19, untuk mencoba Open Class. Menurut mahasiswa Universitas Atma Jaya ini, menari memiliki banyak koreografi berbeda-beda dan menantang.
Ditambah musik yang enerjik, dance menjadi sebuah gerakan pembakar kalori yang tepat sekaligus menyenangkan.

“Kalau nge-gym, misalnya, cenderung membosankan karena gayanya gitu-gitu aja,” ujar Bella. Selain untuk olahraga, program Open Class juga dijadikan sarana penyaluran hobi, terutama oleh mereka yang gemar atau aktif menari. Riris dan Adinda, 19, yang saat SMA aktif ikut ekskul dance, tak mau gerakan-gerakan yang mereka kuasai hilang begitu saja. ”Hobi dapat, olahraganya juga dapat,” kata Riris yang juga rutin berenang sebulan dua kali.

Koreografi mudah

Bagaimana untuk mereka yang tak biasa menari tapi juga ingin mencoba? Tak perlu khawatir karena para instruktur Open Class akan melihat dulu sejauh mana kemampuan para peserta sebelum diajarkan salah satu gerakan menari.

”Biasanya kita juga mengajarkan koreografi yang sederhana saja. Artinya masih tergolong mudah untuk diikuti orang awam,” kata salah satu instruktur Open Class, Donny Yuliantino.

Lagipula, menurut Donny, tiap peserta juga bisa memilih kelas mana yang ia sukai. Jika ia ingin gerakan yang feminin, bisa memilih kelas Bodylicious. Tapi kalau yang ingin gerak lebih maskulin atau dinamis, bisa memilih Hip Hop.

“Untuk gerakan koreografi, Hip Hop sebenarnya lebih mudah karena lebih nge-flow. Selama style kita udah nge-hip hop maka akan lebih mudah,” kata Donny.

Menurut Adhisty, pendiri United Dance Works, karena Open Class merupakan program yang mengakomodir koreografi modern yang populer atau sedang nge-trend, tak menutup kemungkinan jika nantinya dibuka kelas by request untuk mengajarkan koreografi tarian yang unik. Cornelia Agatha, misalnya. Ia pernah meminta kelas yang mengajarkan tarian Michael Jackson.

“Saya sudah kepikiran untuk membuat kelas dance retro. Sepertinya asyik dan keren,” kata Adhisty yang selain membuka kelas Open Class juga membuka kelas UDW Dance Academy dengan kurikulum yang dibuatnya sendiri.(okezone)