Abu Sayyaf Cuma Ingin Uang, Tak Peduli Sanderanya Muslim

Abu Sayyaf Cuma Ingin Uang, Tak Peduli Sanderanya MuslimKelompok Abu Sayyaf mengancam sandera @asiaone.com

Kelompok milisi Abu Sayyaf di Filipina dikenal sadis dan hanya mementingkan uang. Mereka tak peduli apakah sandera yang mereka tawan beragama Islam atau bukan.

"Mereka acak saja, ada Muslim, ada yang bukan Muslim. Inti persoalannya bukan di situ, kapal ini kan membawa barang berharga, membawa batubara," ujar pemerhati terorisme Nasir Abbas.

"Jadi ini milik perusahaan yang kaya. Jadi yang dipertaruhkan itu bukan orang disandera. Ini ada permintaan tebusan. Ini adalah bentuk pemerasan terhadap perusahaan (semata)."

Pada pertengahan 2014, kelompok Abu Sayyaf merapat kepada jaringan ISIS yang dikenal tanpa pandang bulu dalam melakukan aksinya.

Namun, Nasir menyebut Abu Sayyaf hanya "ikut-ikutan saja (bergabung dengan ISIS). Perbuatan yang mereka lakukan itu, sudah lebih awal dari ISIS. Masalah menculik, membunuh, mereka sudah lebih awal dari ISIS."

Nasir Abbas yang pernah menjadi bagian kelompok sparatis di Filipina mengatakan jika Abu Sayyaf berbeda dengan Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF). Meski sama-sama memperjuangkan Islam, namun Abu Sayyaf lebih tidak terkontrol, berpendidikan minim, sehingga lebih berbahaya.

"Mereka seperti gerombolan-gerombolan dengan banyak sel. Pimpinannya saja tidak tahu berapa jumlah anggotanya."

Tidak menutup kemungkinan, ujar Nasir, ada anggota Abu Sayyaf yang berasal dari dunia kriminal.

"Karena tidak mustahil ada di kalangan mereka yang bandit dan penjahat. Jadi, dalam memenuhi kebutuhan mereka, terutama perlengkapan senjata, amunisi, perlu biaya. Dari mana? Mereka tak dapat sumbangan dari luar negeri, mereka bukan orang kaya, bukan pengusaha."

Sementara itu, hingga saat ini belum ada detail penjelasan terkait nasib pada sandera dan apa langkah yang diambil pemerintah dalam membebaskan ke-10 WNI tersebut.

Filipina sendiri telah menolak bantuan TNI dalam pembebesan sandera sebab tidak dimungkinkan oleh undang-undang mereka. Demikian dilansir dari BBC Indonesia, Jumat (1/4).

Nay