Bocah Cilik Penyetop Biker Tuai Simpati, Dihadiahi Wali Kota

Bocah Cilik Penyetop Biker Tuai Simpati, Dihadiahi Wali KotaDaffa Farros Oktoviarto @kaskus.co.id

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengapresiasi aksi berani bocah cilik pengadang biker yang menerobos trotoar beberapa hari lalu. Bocah itu diketahui bernama Daffa Farros Oktoviarto (9), pelajar kelas 4A SD Negeri Kalibanteng Kidul 01 Kota Semarang, Jawa Tengah.

"Rencana hari ini ingin bertemu Daffa langsung, tapi masih harus keluar kota, Besok langsung ke sekolahnya," ujar Prihadi.

Menurut Murti, nenek Daffa, rumahnya didatangi Lurah Gisikdrono dan kepolisian untuk menemui bocah pemberani itu. Namun saat itu Daffa sedang tidak berada di rumah karena masih sekolah.

"Pak Lurah sama pak polisi dan beberapa staf kelurahan datang ke sini menanyakan cucu saya pada Jumat (15/4) lalu. Baru, kemudian setelah melakukan pendataan meminta izin kepada saya untuk bisa menemui Daffa di sekolahnya," ungkap Murti.

Murti menambahkan, pihak kelurahan dan kepolisian mengaku bersimpati dengan aksi cucunya tersebut.

"Katanya Pak Wali Kota Mas Hendi mau datang ke sini atau ke sekolah. Dia mau memberikan penghargaan kepada cucu saya Daffa. Kalau memang itu betul, saya ucapkan banyak terima kasih," ujarnya.

Pada kesempatan itu, pihak kepolisian juga meminta kepada Murti agar menghentikan aksi Daffa tersebut karena berbahaya. Sebab, bagaimanapun untuk mengatur ketertiban pengguna jalan adalah tugas polisi. Sehingga jika dilakukan sendiri, apalagi oleh bocah bisa berisiko.

"Pak Polisi juga menasihati saya supaya menasihati Daffa agar tidak nekat dan berani menyetop motor di atas trotoar. Selain itu adalah tugas polisi juga berbahaya bagi cucu caya katanya pak polisi yang ke sini kemarin," ungkapnya.

Cerita aksi nekat Daffa ini bermula dari postingan netizen yang menampilkan foto bocah 10 tahun itu mengadang pemotor dan mengajaknya berdebat jika menerobos trotoar adalah salah.

"Ini keren banget anak kecil di Semarang, dia berantem sama pengendara sepeda motor yang naik ke trotoar saat terjadi kemacetan parah di Jalan Sudirman Kalibanteng SMG si anak tetap ga mau kasih jalan buat motor, dan akhirnya setelah ribut2 kecil si pengendara motor akhirnya mundur," tulis Ronald Kusuma. Demikian dilansir dari berbagai sumber.

Nay