Abu Sayyaf Terdesak Butuh Uang Tunai, Beri Peringatan Terakhir

Abu Sayyaf Terdesak Butuh Uang Tunai, Beri Peringatan TerakhirKelompok Abu Sayyaf @asiaone.com

Kelompok Abu Sayyaf mulai habis kesabaran dan mengirim sinyal memerlukan uang tunai dalam waktu mendesak. Hal itu terbaca dari postingan Facebook kelompok militan Filipina ini yang memajang empat sandera warga Malaysia.

"Mereka (Abu Sayyaf) tahu pihak berwenang Malaysia tidak bersedia tawar menawar dengan orang-orang bersenjata. Apalagi, Malaysia juga sudah mengeluarkan kebijakan menghentikan semua perdagangan antara Sabah-Filipina setelah penculikan tersebut," ujar Profesor Octavio Dinampo, dikutip dari The Star, Senin (18/4).

Dinampo menambahkan, kelompok ini memerlukan uang tunai untuk membantu rekan-rekan mereka di pulau Basilan. Kelompok ini tengah bertempur langsung dengan militer Filipina dan semakin terdesak.

"Ini semakin rumit. Itulah sebabnya mereka mencoba untuk mendapatkan uang tunai secepat mungkin," kata Dinampo.

Sebelumnya, kelompok Abu Sayyaf juga mengeluarkan peringatan kepada pemerintah Kanada terkait dua warganya yang mereka culik, yaitu, John Ridsdel dan Robert Hall.

"Kami diberitahu bahwa ini adalah peringatan terakhir mutlak jadi ini adalah seruan mendesak akhir kepada pemerintah, Filipina, Kanada, dan keluarga. Mereka akan memenggal kepala saya," ujar Ridsdel dalam video di Youtube.

"Aku diminta untuk memberitahu Anda bahwa uang tebusan saya adalah 300 juta (Filipina peso- sekitar Rp 85 miliar), imbuh Hall.

Anggota kelompok yang berafiliasi dengan ISIS ini juga mengatakan, "Perhatikan kepada keluarga, kepada pemerintah Kanada, dan pemerintah Filipina. Sekarang batas waktu peringatan adalah lebih dari April 8, 2016 lalu, tapi masih Anda menunda-nunda. Sekarang, ini sudah ultimatum. Setelah Anda tidak memenuhi permintaan, kita pasti akan memenggal kepala salah satu di antara empat (sandera) ini datang April 25 tepat pada 03:00."

Nay