Perusahaan Ketua BPK di Panama Papers Pakai Alamat Gedung DPR

Perusahaan Ketua BPK di Panama Papers Pakai Alamat Gedung DPRKetua BPK Harry Azhar Aziz @kompas.com

Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Harry Azhar Aziz mengakui memiliki perusahaan cangkang Sheng Yue International Limited.

"Tapi sekarang sudah tidak lagi sejak 1 Desember 2015," ujar Harry yang namanya masuk dalam dokumen Panama Papers.

Harry sendiri mendaftarkan perusahaannya itu dengan alamat Gedung DPR RI di Ruangan 1219, Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen.

Dia memang pernah menjadi anggota DPR dari Fraksi Golkar periode 2009-2014 dan tercatat sebagai Ketua Banggar DPR.

Pada Kamis lalu, Harry sudah bertemu Presiden Joko Widodo dan mengklarifikasi soal namanya masuk dalam skandal Panama Papers.

"Ya, tadi beliau menyampaikan dan Presiden mendengarkan itu, mengklarifikasi," ujar Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Namun Pramono tak mau berkomentar lebih jauh terkait aset Harry di luar negeri. "Mengenai bagaimana dan apa, tentu Ketua BPK sendiri yang tahu. Tetapi, yang jelas, beliau sudah menyampaikannya, mengklarifikasi kepada Presiden," ujar Pramono.

Di kesempatan lain, Harry menyatakan jika perusahaan Sheng Yue Internasional Ltd sudah menjadi milik orang lain.

"Sudah punya orang lain. Bukan urusan saya lagi. Lagian paper company itu mudah sekali diperjualbelikan kaya kacang goreng," ujar Harry.

Ketika muncul desakan agar dirinya mengundurkan diri dari jabatan Ketua BPK, Harry menyebut hal itu tidak rasional.

"Buktikan saja kalau memang ada pelanggaran. Yang tidak boleh itu kalau berupaya menggelapkan pajak. Tapi ini tak ada transaksi apa-apa. Ini sama saja mengganggu government di publik dong," ujarnya.

Sikap Harry ini berbeda jauh dari dua pejabat di luar negeri yang langsung mengundurkan diri begitu namanya masuk dalam Panama Papers dan menjadi polemik. Mereka adalah Perdana Menteri Islandia, Sigmundur Gunnlaugsson dan Menteri Perindustrian Spanyol Jose Manuel Soria.

(BACA: Tersangkut Panama Papers, 2 Pejabat Tinggi Luar Negeri Mundur)

Nay