Cewek Kinjeng Semarang, Istri Melacur Suami jadi Germonya

Cewek Kinjeng Semarang, Istri Melacur Suami jadi GermonyaIlustrasi @kaskus.co.id

Cewek Kinjeng, adalah sebuah fenomena prostitusi terselubung di Kota Semarang. Yang mengejutkan, para gadis malam itu ternyata dijajakan oleh suami mereka sendiri.

Menur, bukan nama sebenarnya, mengaku melakoni profesi sebagai penjaja cinta atas restu sang suami.

"Kami menikah tahun 2013. Saya asli Jepara, suami saya juga Jepara. Kami kawin muda. Kami merantau ke Semarang, niat awal bekerja untuk memperbaiki kondisi keuangan," kata Menur.

"Saya jadi kinjeng mulai tahun 2014. Saat itu saya masih 23 tahun. Awalnya hanya kecelakaan alias iseng," kata Menur lagi.

Kinjeng sendiri merupakan istilah dalam bahasa Jawa yang berarti capung. Istilah itu identik dengan wanita malam.

Menurut Menur, awal mula menjadi cewek Kinjeng saat dia kepergok suaminya tengah berselingkuh dengan pria lain. Sang suami kala itu marah besar, dia meminta pasangan selingkuh Menur sejumlah uang sebagai itikad damai.

"Daripada ribut, ia mau membayar. Saat itu suami saya dikasih Rp 1 juta," kata Menur.

Sejak kejadian itu, suami Menur ketagihan dan menjajakan istrinya sebagai PSK.

"Boleh saja, asal pakai kondom. Biar enggak hamil atau tertular penyakit," kata suami Menur.

Berdasarkan cerita Menur, PSK seperti dirinya ada banyak di Semarang. Salah satunya adalah Vina.

"Kami saling sayang, tapi kami saling percaya. Kalau tubuh saya dinikmati pria lain, suami saya tahu bahwa hati saya tetap untuk dia," kata Vina yang saban mangkal selalu diantar dan dijaga suaminya.

Tarif kencan cewek Kinjeng ini berkisar Rp 200-300 ribu, termasuk kamar hotel untuk jam pertama. Untuk jam selanjutnya, akan dikenai biaya tambahan.

Rata-rata cewek Kinjeng saat ini datang ke lokasi mangkal mengendarai sepeda motor. Selain untuk keamanan dari razia Satpol PP, juga menaikkan daya tawar mereka.

"Kalau yang enggak bermotor matic harganya antara Rp 50 ribu-Rp 100 ribu," ucap Vina. Demikian dilansir dari Liputan6.

Nay