BPJS Kesehatan Tekor, Telat Bayar Iuran Bisa Dihukum

BPJS Kesehatan Tekor, Telat Bayar Iuran Bisa DihukumKartu BPJS Kesehatan @kompas.com

Hingga kini masih banyak masyarakat pengguna layanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang menunggak membayar. Alhasil, BPJS Kesehatan pun merugi akibat tingginya pembayaran klaim. Hal ini tidak sejalan dengan iuran yang masuk.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fahmi Idris, mengakui jika saat ini tidak ada sanksi untuk keterlambatan pembayaran iuran premi. Namun demikian, pihaknya akan menyusun sanksi agar keterlambatan tidak semakin melebar.

"Ada sanksi administrasi bagi mereka yang tidak membayar iuran baik PPBU (Pekerja Bukan Penerima Upah) dan PPU (Pekerja Penerima Upah). PPBU walaupun peserta mandiri kami harus sangat hati-hati menyosialisasikan," kata Fahmi di kantornya, Cempaka Putih, Jakarta, Rabu (13/4).

"Misalnya sanksi perpanjang paspornya nggak bisa, perpanjang KTP ditahan, kemudian untuk perpanjang SIM-nya nggak bisa. Jadi untuk syarat-syarat administasi itu dibicarakan dengan sektor pemberi pelayanan lainnya," tambahnya.

Lebih lanjut, sanksi dalam administrasi itu masih wacana dan akan dibahas dengan pemangku kepentingan lainnya.

"Sanksi itu dimungkinkan, tapi tidak untuk sekarang," tutur Fahmi.

Berdasarkan proyeksi dari RKAP (Rancangan Kerja Anggaran Perusahaan) 2016, BPJS Kesehatan Rp 9,25 triliun. Namun defisit ini akan berkuran setelah dipotong penerimaan Rp 2,19 triliun menyusul ada kenaikan tarif kelas 1 dan kelas 2. Demikian dilansir dari Detik.

Nay