Kronologi Percobaan Pemerkossan Pacar Sony Tulung

Kronologi Percobaan Pemerkossan Pacar Sony TulungSony Tulung - Cindy Lazar @liputan6.com
Sony Tulung belum lama ini pergi ke kantor polisi karena merasa tak terima kekasihnya, Cindy Lazar alias Chila nyaris diperkosa oleh atasannya sendiri, TJD. Presenter 48 tahun ini menemani pacarnya ke Polda Metro Jaya pada Selasa (12/4) kemarin.

Lalu bagaimana sebenarnya kronologi dugaan perkosaan tersebut? Rupanya ada 2 versi yang beredar di kalangan media. Pertama menurut pernyataan Sonny bersama pengacaranya, sedangkan yang kedua terkait dugaan perselingkuhan yang dilakukan oleh calon istri Sony Tulung tersebut.

Berdasar pengakuan Sony dan Chila didampingi kuasa hukumnya, Serfasius Serbaya Manek, seperti ini kronologi kejadiannya:
  • 8 April 2016. Cindy Lazar (Chila) diajak TJD membahas satu agenda bisnis.
  • TJD adalah General Manager di satu perusahaan otomotif terkemuka yang ada di Karawang, Jawa Barat, dan salah satu atasan Chila.
  • 8 April malam, jam 21.30. Chila dibawa ke tempat yang diduga hotel atau motel dan ditutup rolling doornya. Ada informasi bahwa TKP adalah Hotel C One, Rawamangun, Jakarta Timur.
  • Dalih bicara bisnis namun dibawa masuk ke kamar hotel, Cindy Lazar membuka pintu dan mencoba melarikan diri.
  • TJD menghalangi dengan menarik tangan Chila hingga mengakibatkan lebam kebiruan.
  • Pasca kejadian Sony Tulung beradu mulut dengan TJD. Tidak terjadi perkelahian dan pelaku minta penyelesaian damai.

Di versi cerita yang lain, sempat beredar kabar jika Sony Tulung sengaja mengikuti pacarnya lantaran terkejut melihat Chila masuk kamar hotel bersama lelaki lain dan menyuruh Chila keluar. Sony megira calon istrinya berselingkuh dan sempat beradu mulut dengan TJD.

Saat ditanyai hal itu, pihak Sony enggan menjelaskan dan hanya menjawab singkat, "Nanti abis BAP ya."

Setelah kejadian itu, TJD kabarnya ingin menyelesaikan kasus ini dengan jalur damai dan menawarkan sejumlah uang. Tetapi Sony menolak dan ingin membawa kasus ini ke meja hijau melalui laporan dengan nomor perkara LP/1738/IV/2016/PMJ Dit Reskrimum tanggal 12 April 2016.

"Saya prihatin saja, makanya saya pikir kita perlu klarifikasi dan sebagainya, kita lihat lagi perkembangannya ke mana? Yang jelas? si terduga ini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Untuk lebih jelasnya nanti setelah ada pemeriksaan polisi melalui BAP, nanti kita berikan keterangan yang lebih jelas lagi. Karena sampai sekarang kita tidak menerima kabar (dari TJD), kalau saya merasa tidak ada itikad baik lah ya," ungkap Sony Tulung di SPKT Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (12/4).
hdk