Obama Menyesal Menyerang Negara Mayoritas Muslim

Obama Menyesal Menyerang Negara Mayoritas MuslimObama menyesali kebijakan soal agresi militer di Libya @cnn.com

Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyesali kebijakan luar negerinya. Terutama soal serangan ke negara mayoritas muslim seperti Libya. Hal itu terungkap dalam wawancara Minggu (10/4) lalu dengan Fox News.

Obama mengakui jika kekacauan pasca tergulingnya Muamar Kadhafi adalah kesalahan terburuknya sebab saat itu tak ada perencanaan matang.

''Saat itu kami sama sekali tidak punya gambaran tentang dampak yang akan muncul karena aksi kami di Libya,'' kata Obama.

Padahal saat itu operasi militer Amerika pada Oktober 2011 berhasil menggulingkan pemimpin otoriter Libya tersebut.

Meski Kadhafi akhirnya lengser, namun kekosongan kekuasaan setelah itu jauh mengerikan dibanding saat diperintah Kadhafi. Pertempuran perebutan kekuasaan terus terjadi. Bahkan hingga hari ini.

Dalam wawancaranya tersebut, Obama juga menyeret nama Perdana Menteri (PM) Inggris David Cameron ikut berperan dalam kekacauan di Libya. Kala itu, Amerika bermitra dengan negara-negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Sayangnya, saat serangan memasuki tahap penting dan Kadhafi tewas, Cameron justru tidak fokus pada misi di Libya.

''Dia justru mengurusi berbagai hal lain setelah operasi (pelengseran Kadhafi) berhasil,'' ungkap Obama tentang Cameron.

Obama juga prihatin dengan kondisi Libya saat ini. ''Kini semua terlihat sangat kacau,'' ujar Obama yang sudah melakukan berbagai upaya membantu pemulihan Libya.

Nay