Dicokok KPK, Sanusi Dikenal Santun Ingin Tegakkan Syariat Islam

Dicokok KPK, Sanusi Dikenal Santun Ingin Tegakkan Syariat IslamM Sanusi dikenal santun @kompas.com

Ketua Komisi D (Pembangunan) DPRD DKI Jakarta, Mohamad Sanusi yangh ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada operasi tangkap tangan (OTT) masuk dalam bursa calon Gubernur DKI dari Partai Gerindra.

Sanusi yang juga adik M Taufik itu masuk radar Gerindra bersama nama-nama lain, seperti anggota DPR RI Biem Benjamin, Ketua DPD Gerindra DKI Mohamad Taufik, Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani, Sekretaris Daerah Saefullah, dan mantan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Masuknya nama Sanusi dalam penjaringan Cagub DKI itu mendapat dukungan dari kalangan ulama. Dukungan datang dari Pimpinan Majelis Sholawat dan Dzikir Nurul Habib, Habib Ali Bin Husein Assegaf dan sejumlah ulama. Di antaranya adalah Sayyidil Walid Al Habib Husein Bin Ali Assegaf, Habib Hasan Bin Hasyim Al Anggawi, Habib Ahmad Bin Hamid Al Aidid, Ustad Hasan Al Malaka'i dan Habib Muhammad Bin Husein Al Idrus.‎

"Warga Jakarta butuh gubernur yang cerdas, santun, dan humanis," kata Habib Ali, Jakarta, Minggu (13/3).

Sanusi sendiri berjanji akan menegakkan syariat Islam jika terpilih sebagai Gubernur DKI.

"Mengangkat kondisi yang lebih baik, wajar saja. Tapi, ini bukan syariat seperti di Aceh, bukan. Syariat yang membuat Jakarta jadi lebih kondusif lagi. Gubernur yang dulu-dulu muslim, tidak ada apa-apa, berjalan baik atau ramai-ramai. Itu yang diharapkan pada umumnya," tuturnya.

Namun dengan tertangkapnya Sanusi oleh KPK, otomatis namanya akan dicoret dalam bursa calon gubernur DKI dari Partai Gerindra. Tak hanya itu, ada kemungkinan Sanusi juga bakal dipecat dari Gerindra.

"Otomaris dicoret, ketika bersalah dan diberhentikan dari partai ya berarti kita coret dari penjaringan," ujar Taufik. Demikian dilansir dari berbagai sumber.

Nay