Main Ponsel di Kamar Saat Hujan, Bocah Nganjuk Tewas Kena Petir

Main Ponsel di Kamar Saat Hujan, Bocah Nganjuk Tewas Kena PetirIlustrasi @shutterstock.com
Seorang bocah siswa kelas 3 SD bernama Satrio Hadi Nugroho asal Mancon, Wilangan, Nganjuk tewas dengan tubuh melepuh, diduga karena tersambar petir saat bermain ponsel di dalam rumahnya sendiri.

"Padahal korban memainkan ponselnya di dalam kamar, bukan di ruang terbuka," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Nganjuk Ajun Komisaris Pino Ary.

Beberapa saksi mata mengatakan jika peristiwa nahas tersebut terjadi pada Sabtu (26/3) malam. Korban yang saat itu berada di kamar sedang bermain ponsel tiba-tiba berteriak sangat keras hingga membuat orang tuanya bergegas ke kamarnya.

Orang tua Satrio begitu terkejut melihat putranya dalam keadaan gosong dan melepuh dengan ponsel berada di tangannya yang sudah rusak.

Kepolisian yang telah menyelidiki kasus ini menduga jika Satrio tersambar petir yang tertarik sinyal ponsel. Dugaan ini diperkuat dengan adanya kerusakan ponsel dan luka bakar yang ada pada tubuh korban.

Salah satu tetangga korban juga membenarkan jika saat kejadian sedang turun hujan dengan petir. "Saat itu memang sedang turun hujan deras disertai petir," ujarnya.

Polisi segera menyerahkan jenazah bocah 9 tahun tersebut ke pihak keluarga untuk dimakamkan karena tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan seperti penganiayaan.

Beberapa waktu yang lalu juga dilaporkan ada seorang pria bernama Ajo tersambar petir di dekat rumahnya. Saat itu Ajo juga sedang mengoperasikan ponsel ketika hujan deras.

[Baca: Main Ponsel Saat Hujan, Tubuh Ajo Gosong Disambar Petir]
mks