Gunung Ijen & Alas Purwo Jadi Cagar Biosfer Dunia!

Gunung Ijen & Alas Purwo Jadi Cagar Biosfer Dunia!Gunung Ijen @ijenbromo.wordpress.com
Badan PBB yang menangani pendidikan dan kebudayaan, UNESCO telah menetapkan Gunung Ijen di Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso, serta Taman Nasional Alas Purwo di Banyuwangi sebagai Cagar Biosfer dunia.

Penetapan ini dilakukan di siding International Coordinating Council (ICC) Program MAB (Man and The Biosphere) UNESCO di Kota Lima, Peru, 18-20 Maret 2016.

Ketenaran dua wahana alam ini memang sudah tergaung sejak lama. Hanya saja dunia baru memperkenalkannya beberapa waktu lalu. Dua destinasi tersebut kini bisa menjadi tujuan baru turis untuk menyaksikan alam dengan cara pandang berbeda.

Banyuwangi Abdullah, Azwar Anas mengatakan, "Saya senang. Informasi ini akan semakin mendongkrak potensi pariwisata di Banyuwangi. Saya sudah dapat info tersebut termasuk foto penetapan yang dikirim langsung ke saya dari Peru."

"Kini kami dapat status baru, itu sama juga dengan mendapat value baru berstandar dunia," lanjutnya.

UNESCO memilih Gunung Ijen bukan tanpa alasan, gunung yang terletak di dua Kabupaten ini memiliki kawah seluas 20 km paling asam di dunia dengan dinding kaldera setinggi 300 sampai 500 meter dan luas 5.466 hektare.



Pemandangan sunrise sangat menakjubkan akan terlihat dari gunung Ijen di pagi hari. Sinar matahari yang menyinari kawah juga akan dipantulkan sehingga membentuk warna kemilau hijau toska yang indah.

Keindahan yang sangat mengagumkan juga bisa dilihat di Gunung Ijen ketika dini hari. Dari cairan belerang yang mengalir tiada henti di bawah kawah menimbulkan pancaran api berwarna biru. Keindahan ini hanya bisa dilihat di Gunung Ijen dan Islandia.

Alas Purwo pun tak kalah menarik, sebagai hutan rimba yang luas, Alas Purwo memiliki Pantai Plengkung dengan ombak yang besar dan indah. Tidak sedikit turis asing yang datang ke sana untuk melakukan surfing.

"Program Cagar Biosfer ini sejalan dengan komitmen kami dalam mengusung konsep pengembangan wisata yang menyuguhkan keindahan lingkungan. Ini juga akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan," tutup Anas.
mks