Begini Cara Facebook Rekrut Karyawan

Begini Cara Facebook Rekrut KaryawanIlustrasi @mashable.com
Siapa yang tidak kenal dengan perusahaan teknologi Facebook. Hampir setiap pemuda pasti memiliki keinginan untuk bekerja di salah satu perusahaan terbaik dunia itu, terlebih Facebook dilaporkan menjadi perusahaan dengan tingkat stres rendah dan bergaji tinggi.

Facebook kini memiliki 13 ribu karyawan yang tersebar di 64 kantor di seluruh dunia. Skala bisnisnya dalam beberapa tahun ini juga mengalami peningkatan yang sangat signifikan, dilansir Business Insider, Senin (7/3).

Ternyata, kunci kesuksesan Facebook adalah karena perusahaan yang dipimpin oleh Mark Zuckerberg itu selalu mencari pekerja berbakat yang mampu berkomitmen dengan perusahaan.

Kepala perekrutan global Facebook, Miranda Kalinowski mengatakan jika Facebook selalu mencari dan melakukan wawancara kerja untuk calon karyawan baru.

Miranda mengatakan, "Kami perlu memastikan bahwa kami mempekerjakan orang yang sangat ingin berinvestasi di perusahaan, dan kami akan menyewa orang yang ingin membangun sesuatu. Jadi tidak perduli apakah seorang insinyur teknologi atau analis keuangan, mereka harus menjadi orang yang suka membangun sesuatu."

Sebelum pelamar bekerja, mereka diharuskan untuk melewati empat atau lima tes wawancara dengan tujuan mengukur bakat dan budaya kerja yang tertanam.

Tahap pertama adalah telepon dengan perekrut. Penilaian yang ditekankan termasuk pengalaman, profesionalisme dan seberapa besar gairah mereka untuk bekerja di perusahaan. Yang akan mewawancara menurut Miranda adalah karyawan yang punya potensi sama dengan pelamar.

Tahap kedua pelamar akan ditanyai kembali lewat telepon mengenai pekerjaan teknis yang akan dikerjakan. Contohnya, insinyur akan diwawancarai oleh seorang insinyur.

Tahap berikutnya adalah wawancara yang dilakukan di situs Facebook dan tur di kantor di negara mana sang pelamar tinggal. "Mereka (Pelamar) dapat mengetahui lebih lanjut tentang kami, dan kami bisa lebih tahu banyak tentang mereka," ujar Miranda.

Setelah hal itu berhasil, tahap terakhir adalah wawancara dengan departemen di mana pelamar akan bekerja. Contoh, seorang insinyur akan dites wawancara dengan menggunakan cara coding. Dari sini akan terlihat seberapa cepat dan akurat pelamar menulis sebuah kode dalam menanggapi sebuah kondisi.

Pelamar sepenuhnya harus tunduk pada pertanyaan hipotesis yang ditanyakan dalam semua tahap tersebut. Hal ini ditujukan untuk mengetahui bagaimana cara pelamar berpikir dan apakah ia merupakan calon yang tepat untuk mengembangkan perusahaan.
mks