Pria Kristen ini Diusir Dari Pesawat Karena Baca Doa Tentang ISIS

Pria Kristen ini Diusir Dari Pesawat Karena Baca Doa Tentang ISISLaolu Opebiyi @orange.co.uk

Seorang pria London, Inggris, Laolu Opebiyi menjalani pemeriksaan ketat dan diusir dari Bandara Luton. Gara-garanya, Laolu dituding merencanakan aksi teror setelah seorang penumpang yang duduk di sebelahnya melihat tulisan 'ISIS men' di layar ponselnya.

Kejadian ini sungguh berlebihan, terlebih Laolu sendiri adalah pemeluk Kristen.

"Orang itu tidak tahu saya dan dalam dua menit dia menuduh saya," kata Opebiyi yang kelahiran Nigeria ini.

"Meski jika saya Muslim, perlakuan yang saya alami sangat tidak adil. Saya tidak berpikir tentang siapapun, terlepas dari agama, mereka harus diperlakukan sedemikian rupa," ucap dia.

"Jika kita tetap bertindak yang mengarah pada kefanatikan dan mengarah pada ketakutan yang irrasional, saya berani katakan teroris akan berhasil mencapai tujuan mereka," kata Opebiyi.

Kepada petugas keamanan bandara yang menginterogasi dirinya, Opebiyi menjelaskan bahwa dirinya bukan seorang muslim. Namun penjelasannya itu seperti tidak dianggap.

"Mereka juga bertanya apakah saya sudah berpindah agama dan saya jawab tidak," ucap dia.

Akibat insiden ini, Opebiyi merasa tidak nyaman jika harus membaca doa melalui ponsel ketika berada di dalam pesawat.

"Seseorang merasa saya seorang teroris karena mereka melihat kata 'doa' di ponsel saya dan sekarang saya berada dalam ketidakpastian pada kebebasan saya bergerak masuk dan keluar dari Inggris," ucap dia.

Pihak maskapai EasyJet mengatakan, pihaknya sudah bertindak sesuai prosedur keamanan. Atas kejadian tersebut, EasyJet meminta maaf. "Kami meminta maaf atas ketidaknyamanan ini." Demikian dilansir dari the Guardian, Jumat (4/3).

Nay