Karyawan Telkom Tewas Dirampok di Metro Mini Cuma Karangan Sopir

Karyawan Telkom Tewas Dirampok di Metro Mini Cuma Karangan SopirPenumpang Metro Mini roboh @detik.com

Bagus Budi Wibowo, karyawan PT Telkom, tewas dirampok di Metro Mini 640 jurusan Tanah Abang-Pasar Minggu, Kamis (11/2) lalu.

Saat itu Bagus baru selesai rapat di kantor di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

"Terus, beliau mau balik kantor di Kebon Sirih, naik Metro Mini S40," kata Hani Buntari, rekan almarhum di Telkom.

Di dalam bus Metro Mini itu hanya ada sopir, kondektur, Bagus, dan 4 pelaku. "Para pelaku mengambil handphone korban. Lalu, korban jatuh ke aspal. Mungkin didorong pelaku," kata Hani.

Sopir bus langsung mengerem mendadak saat tahu ada penumpangnya jatuh. Kala itu Bagus masih sadar dan minta diantarkan ke RS Budi Kemuliaan. Tapi penuh. Selanjutnya diantar ke RSCM.

"Begitu sampai RSCM, Bagus tidak sadarkan diri. Jumat pagi, level kesadaran tinggal 3 dari seharusnya 15. Sabtu pukul 17.45 WIB, beliau meninggal dunia."

"Kami mau melapor ke Polsek Gambir. Karena, kami dengar, belum ada laporan ke sana," kata Hani.

Saat ini polisi masih mendalami kasus ini termasuk meminta keterangan dari sopir dan kernet Metro Mini itu.

"Anggota saya tengah menginterogasi sopir Metro Mini dan kernetnya, penyidikan sedang berjalan," ucap AKBP Bambang Yudhantara Salamun.

Sopir Metro Mini bernama Mohammad Sasih mengaku langsung menghentikan busnya saat melihat Bagus roboh.

"Namun karena sopir melihat dari kaca spion ada yang terjatuh akhirnya mobil berhenti lalu keempat orang tersebut langsung turun dan langsung naik Kopaja 502 arah Monas," kata Bambang.

Senada, kernet Metro Mini 640 bernama Muhammad Hendar juga mengamini kesaksian Sasih.

Namun, belakangan terungkap jika soal Bagus dirampok itu adalah bohong, alias karangan Sasih.

"Takut pak, takut dimassa (diamuk massa) pak," ujar Sasih.

"Pada saat itu mobil sedang berjalan pelan. Saat itu pak Bagus sudah jatuh di trotoar. Pada saat itu mungkin ada kejadian perampokan," kata dia pelan.

"Setelah jatuh saya bawa ke RS Budi Mulia dikawal Polantas. Setelah itu dibawa lagi ke RSCM oleh kernet saya pakai bus, dikawal anggota Laka Lantas, sementara saya menunggu di Budi Mulia" jelas dia.

Sama seperti Sasih, Hendar juga akhirnya buka suara atas keterangan bohongnya tersebut. "Saya ikut-ikutan doang Pak. Saya di-SMS Pak, sama ini (menunjuk ke arah Sasih). Kalau polisi nanya, bilang aja ada perampokan," jawab Hendar. Demikian dilansir dari berbagai sumber.

Nay