Film 'Surat Dari Praha' Glenn Fredly Jiplak Buku Dosen Brawijaya?

Film 'Surat Dari Praha' Glenn Fredly Jiplak Buku Dosen Brawijaya?Glenn Fredly @liputan6.com
Seniman dan dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya Malang, Yusri Fajar (38) mengaku karyanya telah dijiplak Glenn Fredly. Film yang diproduseri Glenn Fredly berjudul Surat Dari Praha dianggap hasil plagiat buku berjudul sama yang diciptakan Yursi tahun 2012 lalu.

"Ada kesamaan judul, ada kesamaan tema, ada ide besar yang sama. Sama-sama tentang mahasiswa yang pernah belajar di sana (Praha) kemudian tidak bisa pulang karena peristiwa PKI 1965," ujar Yusri Fajar di Rumah Keadilan, Kota Malang, Rabu (20/1), seperti dikutip Merdeka.

Yusri pernah melayangkan protesnya kepada pihak produser Visinema Pictures. Ia juga pernah berjumpa di Malang (19/18) lalu dengan Irvan Ramli, sang penulis skenario.

Kala itu Visinema Pictures mengaku tak menjiplak buku Yusri. Ide film Surat Dari Praha berasal dari tim kreatif Visinema. Tetapi kala itu kedua belah pihak sempat bertemu lagi untuk membahas lebih lanjut.

"Kami dalam posisi menunggu, karena semangatnya saat itu ada pertemuan lanjutan. Pertemuan diharapkan bisa dilakukan diskusi yang membahas tentang persoalan yang saat itu belum selesai," kata Yusri.

Yusri menilai ada bagian yang mirip dari film dengan buku karyanya. Terutama karena Yusri telah membukukan Surat Dari Praha sejak tahun 2012.

"Ada apresiasi, ada pembicaraan lebih lanjut berkait dengan kemungkinan-kemungkinan dilakukan kolaborasi sesama pekerja seni," kata Yusri.

Yusri juga penasaran kenapa film yang dibintangi Julie Estelle ini menggunakan judul Surat Dari Praha, padahal buku Yusri telah banyak dibahas di media dan juga internet.

"Ide itu saya tulis 2012, sementara film itu mulai diberitakan akan dibuat pada 2015," imbuhnya.

Film Surat Dari Praha sendiri juga turut menghadirkan Tio Pakusadewo dan Angga Dwimas Sasongko dipilih sebagai sutradara.

Sedangkan buku Surat Dari Praha memuat kumpulan cerpen bercerita mahasiswa Indonesia yang diutus oleh Presiden Soekarno untuk melanjutkan studi di Ceko. Namun karena adanya konflik G30S/PKI, para mahasiswa tersebut tak dapat pulang ke Indonesia.
hdk