Pelajaran Sejarah Nabi Muhammad Penuh Perang, Perlu Dikaji Ulang

Pelajaran Sejarah Nabi Muhammad Penuh Perang, Perlu Dikaji UlangIlustrasi @detik.com

Badan Penelitian Pengembangan dan Pendidikan pelatihan Kementerian Agama menyoroti materi pelajaran sejarah Nabi Muhammad SAW yang didominasi oleh perang. Materi perang itu dinilai lebih menonjol ketimbang sisi humanis Nabi Muhammad yang toleran dan mendukung perdamaian.

Kementerian Agama mengatakan, upaya perbaikan ini tidak terlepas dari meningkatnya radikalisasi yang menjangkiti umat Islam di Nusantara.

"Kajian kita menunjukkan bahwa sejarah Nabi Muhammad lebih menitikberatkan pada perang-perang, tapi aspek luas tentang sifat nabi yang amanah, jujur, sangat adil, humanis belum banyak di literatur, apalagi literatur di sekolah," kata Abdurrahman Masud, dilansir dari BBC Indonesia.

Dia menambahkan, pihaknya saat ini masih mengkaji materi pelajaran sejarah Nabi Muhammad yang diharapkan tuntas tahun ini.

Menurutnya, ada peristiwa sejarah berupa peran Nabi Muhammad terkait nilai toleransi dan dukungannya terhadap perdamaian yang sangat penting diterapkan pada kondisi zaman sekarang ini.

"Ada ajaran (Nabi Muhammad tentang nilai-nilai kemanusiaan) yang perlu ditekankan. Jika anak-anak tidak membaca (secara) komprehensif, bisa salah paham," katanya.

Abdurrahman tidak menampik kajian ulang terhadap materi sejarah Nabi Muhammad itu seiring meningkatnya ancaman radikalisasi.

"Ideologi pemerintah 'kan ideologi kerukunan. Otomatis, bagaimana kita menangkal radikalisme, terorisme," katanya.

"Pelurusan itu harus, misalnya makna jihad yang disalahpahami, yang selalu diidentikkan dengan perang. Padahal maknanya luas," tambahnya.

Nay