Bus di Kenya diserang militan Al Shabab @metor.co.ukSekelompok umat muslim di Kenya yang diserang militan Al Shabab saat melakukan perjalanan dengan bus berusaha melindungi penumpang Ksiten dengan menolak dipisahkan.
Penyanderaan itu terjadi Senin (21/12) kemarin di Mandera, Distrik El Wak, timur laut Kenya.
Para muslim itu mengatakan kepada penyerangnya, agar "membunuh mereka bersama atau membebaskan mereka", kata gubernur setempat kepada media Kenya.
Dua orang tewas dalam insiden penyerangan tersebut, dilansir dari BBC Indonesia.
Anggota militan yang bermarkas di Somalia itu merangsek ke dalam bus dan memerintahkan para penumpang muslim memisahkan diri dari mereka yang beragama Kristen.
Namun, mereka menolak. "Mereka yang beragama Islam menolak memisahkan diri dari para non-muslim, dan berkata tegas pada para penyerang, 'bunuh kami semua atau tinggalkan kami'," kata Gubernur Mandera, Ali Roba.
Sementara itu, seorang muslim bernama Abdi Mohamud yang turut disandera di dalam bus tersebut mengatakan, "10 militan yang memasuki bus awalnya berusaha memisahkan kami yang muslim dan mereka yang kristen. Saya mencoba memakaikan atribut Islam kepada mereka agar sulit diketahui identitasnya," kata Abdi.
"Kami tetap berusaha melindungi saudara-saudara kami, sampai akhirnya mereka menyerah," lanjut Abdi.
Tak lama setelah penyerangan itu, jubir Al Shabab, Abdiasis Abu Musab, membenarkan pasukannya yang melakukan penyanderaan itu.
"Beberapa dari musuh Kristen kami tewas, dan lainnya luka-luka," ujarnya.
Kelompok militan Al Shabab pernah menewaskan 147 orang di Universitas Garissa pada bulan April, lalu. Saat itu mereka memisahkan tawanan muslim dengan yang Kristen. Yang Kristen dibantai, sementara tawanan muslim dibebaskan.
Selanjutnya, akhir tahun lalu kelompok ini juga menyerang bus yang berisi rombongan warga Kristen. Sebanyak 36 orang tewas yang sedang dalam perjalanan ke Nairobi untuk merayakan Natal.