Hamil Tua, Bidan Indah Meninggal di Pedalaman Kalimantan

Hamil Tua, Bidan Indah Meninggal di Pedalaman KalimantanBidan Anik Setya Indah @tribunnews.com

Innalillahi, lagi-lagi tenaga medis yang bertugas di daerah terpencil di Indonesia meninggal. Korban bernama Anik Setya Indah merupakan bidan asal Semarang, Jawa Tengah.

Bidan Indah meninggal usai menolong pasien di pedalaman Kalimantan Barat. Korban meninggal dalam kondisi hamil tua.

Kabar kematian Indah dilaporkan oleh akun Facebook Bambang, Rabu (25/11).

"INNALILLAHI WAINNAILAIHI ROJIUUN"

Satu lagi pahlawan kesehatan meninggal dunia dalam tugasnya di pedalaman Kalimantan Barat, Bidan Anik Setya Indah.

Bidan anik sedang hamil 8 bulan, rencana cuti awal desember untuk melahirkan. Hari kamis kemarin ada panggilan persalinan ke rumah pasien dua sekaligus, daerah menuju lokasi pasien jauh dan medan sulit.

Sempat dilarang sama suami karena kondisi juga lagi hamil besar, tapi Indah menolak dan tetap saja berangkat. Akhirnya seharian berhasil melahirkan dua pasien dengan selamat.

Setibanya di rumah, Indah sakit perut yang amat sangat. Oleh suami mau dibawa ke RS Pontianak, tapi jarak membutuhkan waktu 4 jam. Akhirnya terpaksa masuk ke RS kabupaten yang ada.

Setelah di USG ternyata bayi dalam kandungan tak tertolong. Indah sempat bilang ke suami, tidak apa-apa belum rejeki kita punya anak. Beberapa menit kemudian, terjadi kontraksi perut yang amat sangat dan Indah meminta untuk dilakukan operasi seksio caesaria. Akhirnya dilakukan operasi, tapi ternyata ditemukan placenta sudah lepas (solutio plasenta), akibatnya terjadi perdarahan hebat sampai shock.

Teman suami sudah didatangkan semua untuk menyumbangkan darah karena persediaan darahnya kosong, tapi naas, bagian darah tidak tersedia. Akhirnya mencari di PMI lain yang jaraknya jauh. Belum sempat darah datang, Indah semakin jelek kondisinya sampai akhirnya dilakukan resusitasi jantung. Namun nyawa Indah tidak tertolong lagi dan meninggal dunia jumat kemarin".

Kabar kematian Indah ini tak lama dari kematian dokter muda Dionisius Giri Samudra (Andra) saat bertugas di Kepulauan Aru, Maluku, Rabu (11/11) lalu. Netter pun memberikan ucapan belasungkawa.

"Semoga semua amal ibadah kebaikan almarhumah diterima ALLAH SWT, keluarga yang ditinggal diberi kesabaran, ketabahan dan keikhlasan. aamiin," ungkap Mamik Sismirnani.

Nay