Sulit Dievakuasi, Dokter Magang di Maluku Tewas Kena Campak

Sulit Dievakuasi, Dokter Magang di Maluku Tewas Kena CampakDr. Dionisius Giri Samudra @tempo.co

Seorang dokter muda yang tengah magang di Kepulauan Aru, Maluku Tenggara dilaporkan meninggal karena terinfeksi virus campak, Rabu (11/11).

"Selamat jalan Dr. Dionisius Giri Samudra. Satu lagi dokter meninggal di tempat tugas," demikian ditulis Bambang Budiono, dokter Rumah Sakit Awal Bros, Makassar, Sulawesi Selatan, lewat akun Facebook-nya.

Sebelum meninggal, Dionisius ini sempat menderita demam, mengalami gagal napas, dan penurunan kesadaran ketika mendapat perawatan di RSU Cenderawasih, Dobo, Kepulauan Aru.

"Beberapa hari lalu dia meminta izin untuk pulang dan berlibur ke Jakarta bersama dua orang rekannya. Namun kabarnya dia sudah merasa tidak enak badan ketika sampai di Tual," jelas dr. Glenn, salah seorang dokter di RSUD Cenderawasih.

Dia tak dapat ditangani dokter di tempat kerjanya karena fasilitas yang terbatas sehingga harus dirujuk. Setidaknya, Dionisius harus dirujuk ke rumah sakit di Makassar.

Sejumlah rekannya sesama dokter sudah berupaya mencarikan solusi agar Dionisius cepat dirujuk, sayang, sulitnya kendaraan menjadi kendala.

"Rencananya pagi ini (Rabu, 11 November -red.) kami akan mentransfernya ke Tual untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif. Tapi kondisinya semakin memburuk dan tidak memungkinkan untuk melakukan perjalanan dengan transportasi laut, harus melalui udara. Dan ada kendala dalam hal itu," terang dr. Glenn.

Dionisius adalah satu dari 17 dokter muda lainnya yang tengah menjalani masa magang di Kepulauan Aru selama 1 tahun. rencananya, dia berserta beberapa rekannya akan mulai bertugas di RSUD Cenderawasih pada 12 November 2015 setelah sebelumnya ditugaskan di puskesmas daerah selama 5 bulan.

Kepergian Dionisius ini membuat Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Makassar mengeluarkan imbauan kepada seluruh dokter, paramedis dan mahasiswa kedokteran membeli pita hitam dan mengenakannya di lengan baju putih mereka masing-masing.

"Malam ini beli pita, potong, pagi-pagi berjaga di depan pintu RS dan PKM masing-masing, lalu bagikan ke semua mahasiswa, dokter, paramedis. Kenakan pita hitam di lengan baju putih anda. Hanya itu saja," tulis Anton Christanto, dari IDI Cabang Makassar.

"Kepada seluruh para dokter, paramedis dan mahasiswa kedokteran, besok adalah hari kesehatan nasional. Besok bukan hari gembira, besok adalah hari berduka. Duka yang dalam menyelimuti kita semua," tulis Anton di Facebooknya. Demikian dilansir dari berbagai sumber.

Nay