6 Alasan Mahasiswa Dengan Nilai C Bisa Sukses

6 Alasan Mahasiswa Dengan Nilai C Bisa SuksesIlustrasi karir @www.vemale.com
Di Indonesia, banyak siswa atau pun mahasiswa yang menuntut ilmu hanya melihat nilai akhir yang diperoleh.

Padahal, nilai bukanlah segalanya. Mahasiswa yang banyak mendapat nilai A dan B dinilai sebagai mahasiswa pintar yang pasti sukses di kemudian hari. Padahal, anggapan itu belum tentu.

Ada beberapa fakta yang menunjukkan bahwa mahasiswa yang mendapat nilai C lebih sukses setelah lulus. Sebab, perusahaan lebih membutuhkan orang yang kreatif dan inovatif dengan ide yang brilian, bukan semata-mata nilai A atau B dari mata kuliah yang telah didapat.

Dilansir dari Life Hack, berikut beberapa alasan mengapa mahasiswa yang mendapat nilai C umumnya lebih baik dari mahasiswa yang sering mendapat nilai A atau B:

1. Bukan Followers

Kebanyakan mahasiswa dengan C adalah hasil dari pemikirannya sendiri yang original, mampu berfikir logis, dan bukan karena teori tertentu.

Sedangkan, mahasiswa dengan nilai A atau B karena pemikiran mereka berbeda dan unik.

2. Tidak mencoba untuk mendapatkan hati siapapun

Mahasiswa dengan nilai C tidak menghabiskan waktunya untuk mencari perhatian teman ataupun dosen dengan berusaha mati-matian mendapat nilai tinggi.

Mereka tidak melihat bahwa dosen yang menentukan kesuksesan mereka. Mereka tidak seberapa peduli dengan tugas, resume, atau referensi lainnya. Karena mereka menyadari bahwa pekerjaan yang menantinya nanti akan berorientasi pada usaha dirinya sendiri.

3. Memikirkan hal-hal yang lain

Orang-orang dengan nilai C berpikir lebih cerdas bagaimana cara menghabiskan waktu mereka selain berkutat dengan tugas kuliah saja.

Sementara teman-teman mereka terlalu fokus dengan kuliah, dan kurang berpikir tentang apa sebenarnya impian mereka di masa depan.
Mahasiswa nilai C cenderung tidak menunggu lulus kuliah untuk memulai hidup yang sebenarnya.

4. Memiliki definisi sukses sendiri

Bagi mereka mahasiswa dengan nilai C mereka mempunyai definisi sukses sendiri, bukan tentang nilai yang didapatkan saat kuliah.

Mereka tidak peduli dengan saingan mereka saat berada di kampus, mereka memedulikan saingan mereka saat bekerja nanti.

5. Tahu bagaimana memanfaatkan kemampuan orang lain

Mahasiswa dengan nilai A atau B selalu berusaha untuk melakukan semuanya sendiri. Berbeda dengan mahasiswa nilai C, mereka berbakat membangun tentara dari orang-orang cerdas atau berbakat yang siap membantu mereka ketika tidak mengetahui sesuatu.

Seperti Henry Ford, mereka tidak takut mengakui bahwa mereka tidak bisa atau tidak tahu, mereka akan memanfaatkan orang disekitarnya untuk membantu mereka.

"Ketika saya memiliki orang-orang di sekitar saya yang dapat menyediakan segala sesuatu yang saya butuhkan, lalu mengapa saya harus mengacaukan pikiran saya untuk memikirkan hal tersebut juga?" Henry Ford, orang pertama yang menerapkan sistem produksi mobil masal dengan harga terjangkau.
De