Sajid menyiram istri dan mertuanya dengan air keras @indiatoday.comAdat pernikahan di India masih kental dengan budaya Hindustan, di mana seorang istri justru membayar mahar untuk suaminya. Nahas, adat tersebut justru menjadi petaka.
Seorang suami di distrik Meerut Uttar Pradesh, Sajid menyiram cairan keras pada istrinya. Pria 26 tahun itu juga menyerang keponakannya yang berusia enam bulan, beserta mertua dan ketiga kerabatnya yang lain saat mereka tertidur.
Akibat siraman asam itu, korban mengalami luka bakar 30 hingga 50 persen. Bahkan, korban yang masih bayi sedang dalam kondisi kritis. Kejadian itu menjadi kekhawatiran bagi Mahkamah Agung setempat terkait penjualan bebas zat air keras pada masyarakat umum.
Polisi menduga, motif Sajid melakukan hal itu lantaran kesal maharnya masih belum dibayar. Sajid sendiri kini masih buron, namun polisi telah meringkus dua saudaranya, Majid dan Rizwan yang membantunya.
"Tim telah dikirim ke setiap lokasi yang mungkin untuk menangkap Sajid," kata Shankar Daya Dwivedi, petugas PR dari pengawas senior polisi dilansir dari Hindustan Times, Sabtu (30/5).
Saksi kejadian mengatakan, Sajid menggunakan tangga kayu untuk menaiki tempat tidur istri, mertua dan kerabatnya. Setelah itu, dengan dibantu saudaranya, Sajid menuangkan cairam asam pada para korban.
Mereka lantas kabur saat korban sadar dan menjerit kesakitan. Atas bantuan para tetangga, kejadian nahas itu dilaporkan ke pihak berwenang.
Istri Sajid, Ujma telah dinikahi selama 2 tahun. Namun, sebulan belakangan Sajid mulai menuntut pembayaran mahar pernikahannya sebesar 50.000 Rupee atau sekitar Rp 10,4 juta sebagai mas kawin.
Tapi permintaan Sajid ditolak oleh keluarga Ujma. Alhasil, Sajid mengancam akan mengembalikan istrinya ke rumah orang tuanya. Keluarga telah mencoba menengahi masalah dengan mendatangkan tokoh masyarakat namun gagal.