Keponakan Bacok Paman Sebab Ditegur Sering Tidur Siang

Keponakan Bacok Paman Sebab Ditegur Sering Tidur SiangIlustrasi @kompas.com

Seorang pemuda pengangguran yang merantau ke Jakarta nekat membacok pamannya gara-gara dipicu masalah sepele. Pemuda itu kesal lantaran ditegur sering tidur siang selama dua minggu merantau.

Kanit Reskrim Mapolsek Tebet, Iptu Mudiran menjelaskan, pelaku bernama Riyanto (33), asal Desa Wanasari RT 03/03, Nagasari, Tegal, Jawa Tengah.

"Pelaku adalah keponakan korban yang bernama Rohman (50). Ayah kandung dari pelaku adalah abangnya korban. Dia baru dua minggu di Jakarta," kata Mudiran, dilansir dari Detik, Kamis (21/5).

Sang paman yang hanya tinggal di pantri kantornya di Jalan Tebet Barat Dalam, Tebet Barat, Jakarta Selatan tak menyangka akan dianiaya keponakannya sendiri sedemikian parah.

"Korban diketahui bekerja sebagai Office Boy (OB)," jelasnya.

Mudiran menjelaskan, insiden itu terjadi pada Selasa (19/5) dini hari. Pelaku yang tidak bekerja tak terima sebab diganggu saat sedang tidur siang.

"Karena emosi ditegur, akhirnya pelaku membacok korban sebanyak tiga kali dengan sebilah golok. Yang pertama tidak kena, yang kedua kena di tengah wajah di antara ke dua matanya. Luka robek hingga dari kening sampai pipi. Sedangkan yang ketiga, luka robek di tangan kiri," kata Mudiran.

Beruntung saat kejadian beberapa orang satpam keamanan memergoki. Mereka kemudian menangkap Riyanto yang berusaha kabur.

"Korban dibawa ke RSCM untuk perawatan, sementara pelaku langsung diamankan ke Mapolsek Tebet," kata Mudiran.

Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti berupa beberapa bilah golok. "Goloknya sendiri dibawa korban dari kampungnya di Tegal. Dari pengakuan pelaku, golok ini ditujukan untuk alat perkasa, jika dirinya dapat kerjaan jadi kuli bangunan," ucap Mudiran.

Riyanto juga mengaku saat itu kesal lantaran pamannya masih berhutang Rp 400 ribu. "Tapi soal hutang piutang itu hanya alasan pelaku. Dari keterangan korban dan saksi, pelaku ini sering sakit hati karena ditegor saat istirahat tidur siang," tutupnya.

Atas perbuatan pelaku, dia dijerat dengan pasal 351 ayat 2 KUHP, dengan pidana penjara minimal 10 tahun penjara.

Nay