Jembatan Gantung Putus, Bupati Lebak Salahkan Siswa SD

Jembatan Gantung Putus, Bupati Lebak Salahkan Siswa SDBupati Lebak, Banten, Iti Octaviana Jayabaya @detik.com

Bupati Lebak, Banten, Iti Octaviana Jayabaya ogah disalahkan terkait putusnya jembatan gantung yang menjadi penghubung Desa Pajagan, Kecamatan Sajira dengan Desa Tambak Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak.

Menurutnya, yang harus disalahkan justru masyarakat sebab ulahnya membuat jembatan gantung itu putus.

"Jembatan kalau ditumpangi banyak orang kan bebannya berat. Ini kemarin jembatannya sudah tua dilalui 46 orang. Misal, anak SD per anak beratnya 30 kg, dalam kondisi bersamaan ada berapa ton? Belum lagi ada kendaraan. Kadang anak itu bukan hanya menyeberang, tetapi jembatannya digoyang-goyang, mengakibatkan kecelakaan," ujar Iti saat ditemui di lokasi jembatan yang putus, di Desa Pajagan, Lebak, Banten, Senin (16/3), dilansir dari Tribunnews.

Iti menyalahkan masyarakat seban tidak kunjung melapor kepada Pemerintah Kabupaten Lebak saat jembatan itu sudah memerlukan perbaikan. Dia beralasan jika Pemkab Lebak sudah menganggarkan dana untuk dialokasikan bagi pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur, termasuk perbaikan jalan dan jembatan

Namun, ujarnya, jumlah yang harus diperbaiki tidak sebanding dengan dana yang dimiliki sebab terbatas.

"Lebak punya 960 jembatan gantung. Ada 360 unit yang kondisinya rusak. Dalam setahun, kami cuma bisa perbaiki 14 jembatan gantung yang kami sudah alokasikan anggarannya. Makanya, kami buat prioritas, mana yang lebih dulu," kata Iti.

Sebelumnya, jembatan gantung yang terputus itu mengakibatkan 46 siswa Sekolah Dasar Negeri 1 Pajagan, Lebak jatuh ke sungai saat melintasi jembatan tersebut. Saat itu ada dua pengendara sepeda motor yang juga ikut jatuh ke sungai.

Akibatnya, pada siswa menderita luka ringan, dan dua orang siswa terluka berat dan dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan.

Nay