Menganggur Picu Stres Hingga Depresi

Menganggur Picu Stres Hingga Depresiilustrasi @pixgood.com

Angka pengangguran di Amerika masih terbilang tinggi, meskipun Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika mengatakan terjadinya penurunan jumlah pengangguran pada September 2014 sebesar 5,9%, namun masih terdapat sekitar 9,3 juta penduduknya yang belum bekerja.

Secara tak langsung persaingan mencari pekerjaan yang ketat di Amerika ini akan menyerang psikologis para pencari kerja. Dimana tekanan ini akan memicu kadar stres dalam tinggi dan berpotensi terhadap terjadinya depresi dan meningkatnya angka bunuh diri.

Melansir dari laman Fox News, pengangguran terbukti menyebabkan masalah kesehatan. Tak hanya pengangguran, kehilangan pekerjaan juga bisa berarti kehilangan rasa kebersamaan dan hubungan sosial Anda dengan rekan kerja.

Hal ini dikarenakan pekerjaan Anda akan mempengaruhi jumlah pendapatan Anda, dimana jika pendapatan Anda turun maka status sosial Anda juga akan menurun. Hal inilah yang memicu stres bertambah parah.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Demografi menunjukkan 54 persen pengangguran melaporkan kesehatan yang baik dan kurang baik. Dimana 84% di antaranya berhubungan dengan stres seperti penyakit jantung.

Stres yang dialami oleh seseorang akibat tuntutan mencari pekerjaan ini dapat berpotensi menyebabkan prilaku yang tidak sehat yang dapat memperbanyak risiko kesehatan seperti, minum minuman keras, dan penggunaan narkoba. Bahkan American Psychological Association melaporkan bahwa, pengangguran dua kali lebih mungkin untuk menderita masalah psikologis seperti depresi, kecemasan, dan miskin harga diri.

Dr Emma Trejo, seorang spesialis penyakit dalam HealthCare Partners di Los Angels, mengatakan bahwa stres yang timbul akibat tuntutan mencari pekerjaan ini dapat diatasi dengan pengendalian diri, salah satunya adalah mengubah pola hidup dengan berolahraga.

"Berolahraga, tidur yang cukup, jangan telat makan, dan yang paling penting, memiliki rasa peningkatan dalam hidup mereka dengan mencoba untuk memperbaiki diri secara fisik dan emosional." ujarnya.

Lebih lanjut ia juga memberikan dorongan kepada pasien yang mengalami tekanan akibat tuntutan mencari pekerjaan ini dengan mengubah peristiwa negatif menjadi sesuatu yang positif dengan menyelesaikan sebuah pekerjaan yang telah menunggu sejak lama. Sikap positif bisa bermanfaat dalam menghadapi kesulitan ketika bekerja di tempat baru.

okta