Jasad Che Guevara @dailymail.co.ukFoto jasad pejuang legendaris Amerika Latin, Ernesto "Che" Guevara yang tewas pada 1967 akhirnya dipublikasikan oleh pihak keluarganya.
Tokoh pergerakan yang menjadi ikon perlawanan terhadap penindasan di dunia itu juga merupakan sahabat dari Presiden Soekarno. Che bahkan pernah berkunjung ke Indonesia pada medio tahun 1960-an.
"Paman saya yang dulu menyelundupkan foto-foto itu kepada keluarga sang legendaris Che Guevara. Itu adalah tindakan penuh risiko, karena rezim otoriter Bolivia dulu tak bakal memaafkannya," kata Imanol Arteaga, dilansir dari Daily Mail.
Usai diserahkan, pihak keluarga Che lalu menyimpan rapat-rapat foto yang menyakitkan tersebut. Namun untuk alasan pelurusan sejarah, pihak keluarga akhirnya menunjukan kepada umum.
Che sendiri terbunuh pada tanggal 9 Oktober 1967, sehari setelah ia ditangkap tentara Bolivia.
Perjuangan Che diawali dari ketika ia melakukan pengembaraan ke Amerika Latin menggunakan sepeda motor. Dari apa yang ia lalui di setiap wilayah, lantas memacunya untuk melakukan gerakan yang lebih besar guna memperbaiki taraf hidup masyarakat Amerika Latin.
Gerakan Che menapaki puncak ketika ia berkolaborasi dengan Fidel Castro, dari Kuba. Keduanya lantas sepakat menumbangkan kediktatoran Batista di negeri tersebut.
Usai revolusi berjalan sukses, Che mendapatkan gelar warga kehormatan di Kuba dan diangkat menjadi Menteri Pendidikan. Semasa itulah ia bertemu dengan Bung Karno.
Kisah hidup Che berakhir ketika ia ingin meruntuhkan kekuatan otoriter Bolivia menggunakan gerakan gerilya yang dibentuknya.