ilustrasi @huffingtonpost.comIlmuwan dari Universitas Swansea dan Universitas Toulouse memperingatkan bahaya kesehatan pada pekerja yang memiliki sistem rotasi shift. Peringatan tersebut khususnya disampaikan kepada para pekerja yang kerap bekerja pada shift malam.
Seperti yang dilansir BBC Indonesia, para ilmuwan tersebut telah meneliti tiga ribu orang di Prancis yang bekerja dengan rotasi shift atau bekerja bergilir di pagi, siang, dan malam dengan cara melakukan tes memori, kecepatan berpikir dan kemampuan kognitif.
Dan hasilnya, penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Occupational and Environmental Medicine menunjukkan bahwa orang yang bekerja dalam rotasi shift selama satu dekade akan memiliki usia otak yang lebih tua enam tahun. Dimana bekerja shift malam terbukti mempercepat proses penurunan itu.
Hal ini dikarenakan jam internal tubuh kita dirancang untuk aktif pada siang hari dan tidur di malam hari. Selain menurunnya kemampuan otak, kerja shift juga sering dikaitkan dengan sejumlah penyakit mulai dari kanker payudara sampai obesitas.
Gejala awal yang sering timbul dari bekerja sistem rotasi shift adalah penyakit demensia, karena banyak pasien yang mempunyai masalah gangguan tidur. Para ahli mengatakan, butuh waktu lima tahun untuk bisa kembali normal dengan catatan ia harus berhenti bekerja secara shift.