Bensin Bersubsidi Haram

Berkaitan dengan halal dan haram tentang bensin bersubsidi yang menjadi polemik dan menjadi bahan pembicaraan di masyarakat kini memunculkan pendapat yang pro maupun kontra yaitu ada yang setuju dan ada pula kurang setuju dengan berbagai alasan.
Pendapat yang pro seperti apa dan yang kontra seperti apa semuanya pada membicarakan tentang BBM (Bahan Bakar Mesin) jenis premium yang disubsidi oleh pemerintah yang telah lama di konsumsi oleh masyarakat.
Katanya orang yang kaya diharamkan kalau membeli bensin bersubsidi. Walaupun sebenernya ukuran kaya itu tidak diketahui yang seperti apa? jika ada orang yang merasa tidak kaya dan tidak miskin, bagaimana?
Nah..berikut ini ada segelintir anggota masyarakat yang kurang paham dengan polemik haram dan halal yang diributkan oleh petinggi-petinggi negara ini.
Mereka ini hanya tahu soal bensin itu kalau bensin di motornya habis maka harus beli bensin lagi di SPBU. Mendengar ada kabar tentang halal dan haram ini kemudian Arief dan Andy ngerumpi di warung kopi di pinggir area persawahan.
Arief : "Lhaa iyo... orang-orang yang ada di tipi itu katanya kok bensin yang biasa kita beli akan diharamkan."
Andy : "Mungkin dalam bensin itu mengandung babi, paklik!!"
Arief : "Mosok koyok ngono toh. tole ? kebangetan itu namanya. Seenaknya sendiri membuat bensin dicampur dengan yang haram-haram"
Andy : "Padahal bensin itu khan untuk motor-motor kita bukan untuk kita minum... terus kenapa jadi haram yah paklek?"
Arief : "Embuhlah tole... Memang jaman edan tenan iki. Harusnya kan pakai kambing guling juga masih enak daripada harus pakai babi yang haram itu"