4 Kasus Pembunuhan Tersadis di Indonesia

Sabtu, 07 Juli 2012
4 Kasus Pembunuhan Tersadis di Indonesia
Bagaimanapun membunuh adalah perbuatan jahat, namun lebih dari sekedar itu para pembunuh itu melakukan beberapa aksi pembunuhan dengan cara yang sadis. Bahkan parahnya lagi alasan mereka pun terkadang terkesan sepele.

Apapun alasannya tak seharusnya nyawa sebagai penggantinya, dengan membunuh masalah tak akan selesai yang ada bak pisau yang diasah, masalah akan semakin menajam. Dan dari sekian banyak kasus kejahatan tercatat 5 kasus pembunuhan paling sadis, berikut ringkasannya seperti dilansir dari Detiknews :

1. Kasus Mutilasi Very Idham Henyansyah (Ryan)

Awal mula kehebohan kasus Ryan yakni saat ditemukannya 7 potongan tubuh manusia di sebuah kantong plastik di dekat Kebun Binatang Ragunan, Jakarta Selatan pada (12/7/2008) silam. Kemudian berlanjut polisi lalu menemukan empat tubuh manusia setelah membongkar bekas kolam ikan di belakang rumah orang tua Ryan di Jombang. Mayoritas dari korban pembantaian mengalami mutilasi

Dan Ryan pun beralibi jika faktor sakit hati menjadi penyebabnya. Akibatnya, Ryan divonis hukuman mati karena terbukti bersalah melakukan pembunuhan terhadap Heri Santoso di PN Depok pada 6 April 2009 silam. 

2. Kasus Mutilasi Baekuni (Babe)

Pembunuhan Babe terungkap dari Ardiansyah (9 tahun), anak asuhnya pada 2010 silam. Jenazah Ardiansyah dipotong menjadi 4 bagian oleh Babe. Dari situ, 14 orang korban Babe lainnya terungkap, beberapa di antaranya dimutilasi. Babe tidak hanya homoseksual dan paedofil tetapi juga necrofil (menyetubuhi mayat).

Atas perbuatannya, Babe diganjar hukuman seumur hidup oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur. Namun Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memberatkan hukuman Babe menjadi hukuman mati.

3. Kasus Pembunuh Berantai Dukun AS

Namanya adalah Ahmad Suradji atau biasa dipanggil Dukun AS. Dia diketahui melakukan pembunuhan terhadap 42  wanita yang mayatnya dikuburkan di perkebunan tebu di Desa Sei Semayang, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara dari 1986-1997.

Diketahui Dukun AS mengaku membunuh karena hendak menyempurnakan ilmu yang sedang dipelajarinya dan sebagai syaratnya ia harus membunuh 70 orang wanita dan mengisap air liur korban. Ilmu ini sendiri ia dapati dari ayahnya saat ia masih berusia 12 tahun.

Atas perbuatannya itu, Dukun AS divonis mati oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Lubuk Pakam pada (27/4/1998). Dia terbukti bersalah melakukan pembunuhan terhadap wanita-wanita tersebut. Dukun AS dieksekusi pada (10/7/2008) oleh tim eksekusi Brigadir Mobil (Brimob) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara.

4. Kasus Sodomi dan Pembunuhan Siswanto (Robot Gedek).

Pelaku kriminal berupa sodomi disertai pembunuhan anak-anak di Jakarta dan Jawa Tengah ini melakukan aksinya dari tahun 1994-1996. Siswanto yang terkenal dengan nama Robot Gedek ini diketahui membunuh 6 anak.

Atas perbuatannya itu Siswanto dijatuhi hukuman mati. Namun sebelum menjalani hukuman, Siswanto meninggal dunia karena serangan jantung pada 26 Maret 2007.(Foto @pikiran-rakyat.com/rha)
Komentar