Menang Taruhan

Senin, 12 Maret 2012
Seorang nenek genit masuk ke Bank Indonesia (BI) dengan satu koper uang. Si nenek minta di pertemukan dengan Gubernur BI.
Nenek : “Saya akan buka rekening, untuk simpanan saya dengan jumlah besar!”
Staf Bank ragu akan tetapi pada akhirnya membawa si nenek ke ruangan Gubernur BI.
GBI: “Berapa banyak uang yang akan disimpan?”Nenek : “Rp. 5 milyar!” (sambil meletakkan koper uang di meja)
Gubernur BI merasa penasaran dengan si nenek.
GBI: “Maaf, sy agak terkejut. Dari mana ibu dapat uang tunai sebanyak ini?”
Nenek : “Saya tebak-tebakan dengan orang-orang dan menang terus!”GBI: “Menebak macam apa?”
Nenek : “Mau contoh? Saya yakin telur burung Pak Gubernur ini bentuknya kotak!”
GBI: “Whuuaattss???” “Ini tebakan paling konyol yang pernah saya dengar. Anda tak mungkin menang dengan tebakan seperti itu!”
Nenek : “Anda berani bertaruh?”
GBI: “Siapa takut?!” “Saya bertaruh Rp. 50 juta, karena saya tahu telur saya tidak kotak!”
Nenek : “Ok, ini menyangkut uang gede. Bisa saya ajak pengacara ke sini besok jam 10 pagi ?”
GBI: “Silahkan saja!,”.
Malamnya, Gubernur BI berdiri telanjang di depan cermin dan meraba-raba telurnya. Lalu memastikan telurnya tidak kotak. Sampai pada akhirnya dia yakin telurnya benar-benar bulat, tidak kotak seperti tebakan si nenek itu.
Maka dengan yakin Gubernur BI bakal menang taruhan dengan nenek tersebut.
Tepat jam 10.00 pagi, nenek genit datang dengan pengacara ternama, Si Sitompul pengacara yang terkenal. Kemudian ia mengulang kesepakatan kemarin.
Nenek: “Rp. 50 juta untuk tebakan telur burung anda kotak?”
GBI: “Okay!!!” (mengangguk setuju)
Wanita itu minta Gubernur BI buka celana supaya semua bisa melihat bentuk telurnya. Gubernur BI komplain, tapi ia tak bisa menolak.
Nenek ini cuek meraih telur gubernur dan meraba-raba bagian alat vitalnya.
GBI: “Yah, tak apa uang Rp. 50 juta bukan uang yang tidak kecil. Biar ibu yakin telur saya tidak kotak.”
Pada detik yang sama, saat si nenek itu meraba-raba telur Gubernur, pengacaranya terlihat lemas sambil membenturkan kepalanya ke dinding.
GBI: “Ada apa dengan pengacara itu?”
Si nenek menjawab dengan kalem.
Nenek: "Ndak apa-apa. Saya cuma bertaruh dengannya Rp. 500 juta, bahwa jam 10.00 pagi ini saya bisa memegang telurnya Pak Gubernur."
Komentar