Polemik Pemulangan 10 WNI Sandera Abu Sayyaf, Bayar Tebusan Atau Tidak?

Rabu, 04 Mei 2016 14:30
Polemik Pemulangan 10 WNI Sandera Abu Sayyaf, Bayar Tebusan Atau Tidak?10 WNI sandera Abu Sayyaf pulang ke tanah air @kompas.com

Sepuluh WNI yang ditawan kelompok militan Filipina, Abu Sayyaf akhirnya dibebaskan. Mereka pun sudah tiba di tanah air dan bertemu keluarganya masing-masing. Akan tetapi, bagaimana para sandera itu dibebaskan masih diwarnai polemik di dalam negeri.

Semula, kelompok Abu Sayyaf meminta uang tebusan 50 juta peso atau sekitar Rp14 miliar, namun militer Filipina bungkam soal informasi tebusan itu.

Pun demikian dengan tim negosiator, Mantan Kepala Staf Kostrad Mayjen (Purn) Kivlan Zein juga membantah jika pembebasan itu menggunakan uang tebusan.

"Pembebasan tersebut dilakukan tanpa uang tebusan, melainkan negosiasi atas kerja sama intelijen TNI dengan intelijen tentara Filipina," kata Kivlan Zein.

Di sisi lain, Presiden kelima RI, Megawati Soekarnoputri, menyebut pembebesan para sandera itu berkat uang tebusan yang dibayarkan kepada Abu Sayyaf.

"Ya terang saja dilepas, wong dibayar kok," ujar Mega saat menjadi pembicara kunci dalam Focus Group Discussio dengan tema 'Mencari Solusi Rekrutmen PNS yang Adil bagi Bidang Pegawai Tidak Tetap (PTT)', di Hotel Double Tree, Cikini Raya, Jakarta Pusat, Senin (2/5).

sandera-wni

Di sisi lain, keberhasilan pembebasan para sandera itu diklaim oleh Yayasan Sukma yang terkait dengan Surya Paloh.

"Upaya dan proses pembebasan dilakukan oleh tim kemanusiaan Surya Paloh sejak 3 April 2016. Negosiasi pembebasan sandera dilakukan jaringan Yayasan Sukma dengan melakukan dialog langsung dengan sejumlah tokoh masyarakat, LSM, lembaga kemanusian di daerah Sulu yang memiliki akses langsung ke pihak Abu Sayyaf di bawah koordinasi langsung pemerintah Republik Indonesia," kata Deputi Chairman Media Group Rerie L. Moerdijat.

Tapi klaim tersebut dimentahkan oleh Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Luhut Binsar Panjaitan.

"Banyak yang terlibat, bukan satu (Surya Paloh) saja," ujar Luhut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

"Banyaklah, enggak boleh dibuka semua. Masih ada empat orang di sana," tegasnya.

Terlepas dari upaya klaim sejumlah pihak dan unsur politis atas kepulangan para sandera itu, kini pemerintah terus berupaya memulangkan empat orang WNI yang masih disandera oleh Abu Sayyaf. Demikian dilansir dari berbagai sumber.

(Nay)
Komentar