Lamar Jadi Tukang Sapu, Pria Brebes Suruh Bayar Rp 10 Juta

Jum'at, 29 April 2016 17:30
Lamar Jadi Tukang Sapu, Pria Brebes Suruh Bayar Rp 10 JutaIlustrasi @viva.co.id
Seorang pemuda asal Brebes, Jawa Tengah, Lanang (20) mengaku kebingungan ketika diminta membayar Rp 10 juta saat dirinya mendaftar menjadi petugas kebersihan di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Brebes.

Lanang mengatakan, "Katanya kalau mau masuk menjadi petugas kebersihan harus membayar Rp 10 juta."

Pemuda tersebut langsung saja pergi ke salah satu petugas setempat untuk memastikan kebenarannya. Saat itu, petugas tersebut mengatakan jika biaya masuk jadi tukang sapu tersebut turun menjadi Rp 5 juta. "Setelah tawar menawar, akhirnya turun jadi Rp 2,5 juta," bebernya.

Janggal dengan peraturan tersebut, Lanang pun menggelar aksi mengumpulkan koin di kompleks kantor Bupati Brebes bersama dengan sejumlah aktivis sosial setempat. "Koin ini nanti akan saya berikan ke Bupati Brebes, Ibu Idza Priyanti, untuk membayar syarat itu," kata Lanang.

Siswa kelas XII SMA ini mengaku ingin meneruskan profesi mendiang sang ayah, Tarsan yang meninggal sebulan lalu. Ayahnya adalah seorang tukang sapu di Pasar Induk Brebes yang sudah bekerja selama 10 tahun.

Di sisi lain, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Zaenudin membantah kabar penarikan biaya Rp 10 juta tersebut. "Saya heran, kenapa ada informasi seperti itu. Padahal kurang apa baiknya saya kepada keluarga dia (Lanang)," ujar Zaenudin.

Ia juga mengaku masih memberikan gaji yang seharusnya diterima Tarsan kepada keluarga Lanang. Gaji tersebut rencananya akan terus dicairkan sampai bulan depan.

Zaenudin mengatakan, "Anggap saja gaji ini sebagai uang santunan kematian. Kami masih belum bisa mengangkat lanang sebagai petugas kebersihan karena dia masih sekolah. Tiga bulan lagi dia lulus, kami mau angkat dia jadi petugas kebersihan."

Secara detil ia juga menjelaskan jika tenaga kebersihan di Brebes berstatus tenaga harian kontrak akan mendapat gaji Rp 900 ribu per bulan. Saat perekrutan petugas, pihaknya tidak memungut biaya seperpun.

"Kami berani memastikan tidak ada oknum petugas di lembaga kami yang berani memeras calon petugas kebersihan," tandasnya.
(mks)
Komentar