4 Gangguan Seks Tak Wajar

Jum'at, 29 April 2016 20:00
4 Gangguan Seks Tak WajarIlustrasi seks @womenshealthmag.com
Sama halnya dengan kehidupan sehari-hari, kehidupan seks juga memiliki beberapa gangguan yang sering kali tidak wajar.

Misalnya gangguan seks bercinta dengan kondisi tertidur atau yang dinamakan dengan sexsomania. Permasalahan seks yang dianggap tak wajar ini tentu saja sangat mengganggu dan terasa aneh.

Untuk itu Anda dirasa perlu mengetahui apa saja gangguan seks tak wajar lainnya, agar Anda dapat menghindarinya. Berikut ulasan selengkapnya:

1. Gairah seks tak terkendali

Pada 2011, untuk pertama kalinya gangguan seks sindrom gairah seks permanen atau Permanent Sexual Arousal Syndrome disebutkan dalam literatur medis. Sindrom ini membuat menderita selalu merasa bergairah dan seperti ingin orgasme.

Riset yang dilakukan Universitas Utrecht dan Rumah Sakit The Hagues Haga, Belanda penderita sindrom ini mengungkapkan penyebab dari gangguan seks tersebut. Penyebabnya karena kandung kemih yang terlalu aktif dan kaki yang lemah.

2. Sakit kepala saat ejakulasi

Coital cephalalgia atau serangan sakit kepala ketika akan atau saat ejakulasi selama beberapa menit, jam hingga beberapa hari. Penderita gangguan seks aneh ini juga bisa merasakan sakit yang teramat sangat di dekat mata.

Umumnya gangguan ini dialami pria, serangan sakit kepala menjelang ejakulasi bisa muncul ketika pria memasuki usia 20-an atau antara 35 sampai 44 tahun. Lebih dari 10% pria yang mengonsumsi obat disfungsi ereksi juga dapat terkena coital cephalalgia.

3. Ereksi selama 4 jam

Priapism atau kondisi dimana ereksi yang berlangsung selama lebih dari empat jam tanpa adanya rangsangan seksual dan biasanya bersifat menyakitkan.

Kondisi ini terjadi jika darah di penis terjebak dan tidak mampu mengalir, jika tidak segera diobati maka bisa menyebabkan jaringan parut dan disfungsi ereksi permanen.

Perawatan yang diberikan pada pria dengan masalah priapism adalah dengan berusaha mengalirkan kelebihan darahnya di penis dengan bantuan jarum atau operasi.

4. Bercinta dalam kondisi tertidur

Sexsomnia atau sleep somnia merupakan suatu kondisi dimana penderitanya bercinta dalam keadaan tidur dan biasanya mereka sama-sama tidak sadar dengan apa yang dilakukan keesokan harinya.

Penelitian pertama mengenai gangguan seks sambil tidur ini dipublikasikan pada 1996 oleh peneliti dari Universitas Toronto dan Universitas Ottawa.

Mengkhawatirkannya gangguan seks ini sulit untuk dibuktikan apakah memang orang tersebut benar-benar menderita sexsomnia atau hanya berpura-pura.
(De)
Komentar