Vicky Roy, Pemulung yang Kini Jadi Fotografer Dunia

Kamis, 28 April 2016 12:30
Vicky Roy, Pemulung yang Kini Jadi Fotografer DuniaVicky Roy dan karyanya @fridaymagazine.ae
Tak ada tahu nasib seseorang. Meski saat ini kita sedang kesusahan, siapa sangka di masa depan kita menjadi seseorang yang sukses. Perubahan nasib dari susah menjadi sukses ini benar dialami oleh seorang pria bernama Vicky Roy.

Di usia 11 tahun, Roy memutuskan untuk kabur dari rumah karena tersiksa setiap hari dipukuli ibunya. Sejak saat itu ia hidup mandiri dan menghasilkan uang dengan menjadi pemulung.

Roy juga sempat tinggal di Salaam Balaak Trust (SBT), sebuah tempat penampungan untuk bocah laki-laki yang tak punya tempat tinggal. Di sana, ia sempat sekolah namun ia sadar ia tak bakat di bidang akademik, dilansir social.yourstory.com.

Sepertinya doanya dikabulkan Tuhan ketika bertemu dengan seorang pembuat film asal Inggris, Dixie Benjamin yang sedang menggarap film dokumenter tentang anak-anak terlantar.

Roy saat itu didapuk menjadi asisten pribadi Dixie dan memulai perjalanannya sebagai fotografer. Roy mampu mengikuti penjelasan Dixie mengenai konsep-konsep fotografi meski komunikasi keduanya tak begitu lancar karena Dixie berbahasa Inggris dan Roy berbahasa India.

Umur 18 tahun, Roy keluar dari SBT karena sudah dewasa. Saat itulah ia mengajukan diri sebagai asisten Anay Mann, seorang fotografer terkenal di India. Nasib baik kembali menghampiri Roy, Anay ternyata adalah guru dan mentor yang baik. Ia mengajari banyak hal fotografi pada Roy.

Berbekal ilmu yang diajarkan Anay ini, Roy mulai pergi dari satu tempat ke tempat lain dan hidupnya perlahan berubah seiring dengan kemampuan fotografinya.



Tahun 2007, Roy menggarap sebuah proyek bertajuk 'Street Dreams' di mana foto-foto karyanya menampilkan perjuangan keras kehidupan bocah-bocah terlantar di India. Proyek inilah yang kemudian mengantarkannya ke pameran di Afrika Selatan bahkan London.

Roy berhasil terpilih sebagai salah satu dari tiga fotografer terbaik mengalahkan ribuan fotografer hebat lainnya untuk mengikuti residensi selama 6 bulan di International Centre for Photography, World Trade Center (WTC) tahun 2009. Karya yang dipamerkan di WTC ini berhasil memenangkan penghargaan dari Duke od Edinburgh.

Meski kini menjadi fotografer profesional tingkat dunia, Roy tak pernah tinggi hati dan memutuskan untuk kembali ke tempatasalnya, Apna Ghar dan mengumpulkan semua karyanya sejak tahun 2007. Bersama editor Sanjiv Shaith, ia kemudian menerbitkan sebuah buku dari foto-foto tersebut.
(mks)
Komentar