Yusril Maju Jadi Gubernur, Mamah Dedeh: Rakyat Bosan Banyak Janji

Selasa, 26 April 2016 17:00
Yusril Maju Jadi Gubernur, Mamah Dedeh: Rakyat Bosan Banyak JanjiMamah Dedeh dan Yusril @tstatic.net/sumutmedia.net
Berkaitan tentang bakal calon Gubernur DKI Jakarta 2017 mendatang, Mamah Dedeh atau Dedeh Rosidah membuat publik heboh dengan pesan menohok yang dilayangkan untuk Yusril Ihza Mahendra.

Pesan itu disampaikan dalam acara yang juga dihadiri Yusril, yakni Gema Tabligh Akbar di Yayasan Al-Riyad, Kelurahan Jati Padang, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, (25/4) kemarin.

Mamah Dedeh menuturkan bahwa Yusril tidak perlu banyak janji bila menjadi pejabat.

"Rakyat bosan banyak janji. Ada yang doa, 'kuwakafkan tubuh ini buat rakyat'," katanya. "Pret! Enggak percaya gua."

Menurut Mamah Dedeh, setiap orang pada dasarnya berharap memiliki pemimpin yang dekat dengan rakyat karena banyak calon yang ramah tamah pada awalnya saja.

"Saya mewakili hati nurani mereka," ucapnya sambil tertawa.

Tak cukup disitu saja, Mamah Dedeh lantas melanjutkan, "Lebay, kata Bang Yusril. Selama ini banyak calon pemimpin ramah tamah, pas jadi pemimpin enggak datang lagi. Catat, mana sekretaris Anda?"

Diketahui sebelumnya Yusril mengatakan wajar saja jika penelitian menyatakan 45 persen warga Jakarta menghendaki pemimpin muslim karena mayoritas masyarakat beragama Islam.

"Masak, saya jadi gubernur di Bali? Pasti orang Hindu yang jadi gubernur. Masak, saya jadi gubernur di Papua? Pasti orang Kristen yang dikehendaki orang Papua," ujarnya dalam pidato.

Tak hanya itu, Yusril juga menerangkan jika di Amerika Serikat yang sudah 200 tahun merdeka saja, tidak pernah memiliki presiden seorang muslim.

Tapi hanya ada satu Presiden Amerika yang berasal dari luar Kristen Protestan adalah John F. Kennedy, yang beragama Katolik. Namun, Yusril menuturkan, hal itu bukan berarti tidak menghormati agama lain.

Yusril mengatakan setiap orang harus menjaga keberadaan tempat ibadah. "Saya insya Allah paham betul, ingin lihat Jakarta damai, lebih islami, bukan berarti tidak hormati agama lain," tutur Yusril.
(De)
Komentar