Alasan Orang Pintar Suka Menghindari Interaksi Sosial

Selasa, 26 April 2016 12:00
Alasan Orang Pintar Suka Menghindari Interaksi SosialIlustrasi @widoobiz.com
Banyak orang menganggap jika orang pintar suka menyendiri karena arogansi atas pengetahuannya. Namun, dalam penelitian terbaru dikatakan bahwa orang jenius tidak suka bergaul dengan banyak orang karena lebih senang tak melihat orang-orang bertingkah konyol dan tak berguna.

Psikolog Norman Li dari Singapore Management University dan Satoshi Kanazawa dari The London School of Economics memulai penelitian dengan dasar bahwa manusia adalah masyarakat kuno pemburu dan senang berkumpul.

Li mengatakan, "Efek dari kepadatan penduduk terhadap kepuasan hidup dua kali lebih besar untuk individu dengan IQ rendah daripada individu dengan IQ tinggi. Individu yang lebih cerdas kurang puas dengan kehidupan jika mereka lebih sering bersosialisasi dengan teman-temannya."

Mereka menemukan bahwa orang yang tinggal di daerah yang lebih banyak orang lebih tidak bahagia, sementara mereka yang tinggal di daerah sosial tinggi jauh lebih bahagia.

Di sisi lain, ternyata orang jenius tidak memiliki dampak pada kedua hal tersebut. Para pemikir malah lebih bahagia tinggal di area yang padat penduduk namun interaksi sosialnya sedikit.

Kanazawa mengatakan, "Nenek moyang kita hidup sebagai pemburu-dan yang suka berkumpul dalam skala komunitas kecil sekitar 150 individu."

"Dalam pengaturan tersebut, mereka sering melakukan kontak dengan teman-teman dan sekutunya. Kontak ini kemungkinan diperlukan untuk kelangsungan hidup dan reproduksi untuk kedua jenis kelamin," imbuhnya.

Disimpulkan, secara naluriah manusia ingin bekerjasama dan berkembang di masyarakat yang relatif kecil, namun orang pintar mungkin akan lebih ingin beradaptasi dengan hal baru yang normal.

"Individu lebih cerdas, memiliki tingkat yang lebih tinggi dari kecerdasan umum dan kemampuan sehingga lebih besar untuk memecahkan masalah evolusi baru," ujar Li.

Kesimpulan penelitian ini dicapai oleh individu yang mungkin di atas rata-rata dalam hal intelijensi dan penelitian ini telah dipublikasikan di British Journal oh Psychology.
(mks)
Komentar