Tunggak Hutang Rp 30 Juta, Harta Rp 10 Miliar Masruroh Lenyap

Senin, 25 April 2016 12:10
Tunggak Hutang Rp 30 Juta, Harta Rp 10 Miliar Masruroh LenyapMasruroh @tribunnews.com
Di depan kantor Pengadilan Negeri (PN) Rembang, Jawa Tengah, seorang wanita bernama Masruroh menangis dan berteriak, "Kami meminta keadilan hukum kepada PN Rembang. Masa tanah dan bangunan senilai Rp 10 miliar mau dieksekusi gara-gara utang Rp 30 juta."

Masruroh ditemani karyawan, saudara dan anaknya. Mereka membawa poster yang meminta PN Rembang sebagai eksekutor untuk membatalkan eksekusi bangunan dan lahan 1 hektar milik Masruroh.

"Kasihani kami orang kecil. Jangan membela orang kaya. Saya tidak terima hanya utang Rp 50 juta tapi bangunan dan tanah saya diambil," ujar Masruroh yang sesekali bersandar di dinding dan menangis sesenggukan.

Ia bercerita, tahun 2007 ia mengambil pinjaman Rp 50 juta di Bank Danamon Pamotan Rembang dengan jaminan sertifikat tanah dan bangunan. "Saya sudah mengangsurnya hingga Rp 20 juta. Kemudian pada 2010 angsuran sempat macet enam bulan karena tertimpa musibah, suami saya meninggal dunia," ujarnya.

Tahun itu pula ia kekurangan biaya dan hanya mampu membawa uang Rp 20 juta, sisanya akan dibayarkan setelah itu. Namun, ia mengaku jika pihak bank menolak uang Rp 20 juta tersebut dan meminta Rp 30 juta langsung dilunasi.

"Saya pun berusaha mencari kekurangannya. Namun tiba-tiba ada surat pemberitahuan eksekusi karena sudah ada pihak yang memenangkan lelang," ujar Masruroh.

Kini ia menuntut pihak Bank Danamon di PN Rembang. Sayangnya, pihaknya kalah dan saat ingin mengajukan banding sudah lewat batas pengajuan banding. Upaya lain, peninjauan kembali (PK) pun diajukan. Karena belum menerima memo, proses hukum masih terus berjalan.
(mks)
Komentar