Gentayangan, Arwah Korban Mutilasi Tangerang Rasuki Warga

Senin, 25 April 2016 10:45
Gentayangan, Arwah Korban Mutilasi Tangerang Rasuki WargaNuri, Korban mutilasi @tempo.co
Sehari setelah kasus mutilasi di Tangerang beberapa waktu lalu menyisakan banyak cerita mistis di kalangan warga. Tetangga kontrakan Abdul Malik atau tempat pembunuhan tersebut bahkan sempat kerasukan.

Salah seorang warga, Wati mengatakan, "Ada warga yang tinggalnya di seberang kontrakan, tiba-tiba saja teriak seperti orang kesurupan."

Warga kerusupan yang dimaksud adalah Laras (29), ia tak henti-hentinya berteriak dan meracau akibatnya ia pun ditenangkan oleh beberapa warga yang datang berkerumun.

Orang pintar yang juga ada desa tersebut sambil memegang kening Laras mengatakan, Saha ieu (siapa ini)? Tong ngaganggu (Jangan ganggu)!"

Dalam keadaan itu, Laras berteriak agar kaki Nuri (korban mutilasi) yang belum ditemukan segera dicari. "Di mana kaki saya? Saya orang Lebak, tolong temukan anggota tubuh saya," ujar Wati menirukan ucapan Laras yang diduga dirasuki arwan Nuri.

Mendengar kalimat itu warga pun kaget dan merinding. Terlebih polisi baru menemukan identitas korban lima hari setelah pembunuhan.

Tak hanya soal kesurupan, sejak saat itu warga yang lewat di kontrakan Abdul Malik selalu mencium bau busuk dan amis. Padahal Malik sudah membersihkannya dan memberinya wewangian.

"Kalau malam terutama, lewat di depannya tiba-tiba bau amis atau bau busuk, terus tiba-tiba hilang. Kalau sudah begitu banyak warga yang lewat langsung lari," ujar Wani.

Selain itu, warga juga mengaku sering kali mendengar suara tangisan yang sangat jelas, padahal lokasinya ada di lantai dua. Tak heran, kontrakan yang punya 17 pintu kamar itu kosong ditinggal para penghuni sebelumnya.

Hingga kini, kondisi kamar kontrakan yang menjadi tempat kejadian perkara pembunuhan dan mutilasi, masih diberi garis polisi. "Kontrakannya juga sudah sepi pada pindah gara-gara takut dihantuin," ujar Malik.
(mks)
Komentar