Turki Sita 6 Gereja Bersejarah Dijadikan Aset Negara

Sabtu, 23 April 2016 14:10
Turki Sita 6 Gereja Bersejarah Dijadikan Aset NegaraPresiden Turki Recep Tayyip Erdogan @rt.com

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyita enam bangunan gereja di wilayah konflik Diyarbakir, untuk dijadikan sebagai aset negara.

Gereja yang diambil termasuk gereja Katolik dan Protestan bersejarah yang berusia lebih dari 1.700 tahun. Dengan penyitaan itu, maka otomatis kendali gereja berada di bawah Pemerintah.

Perintah pengambilalihan gereja itu dikeluarkan pada 25 Maret lalu oleh Dewan Menteri Erdogan. Mereka beralasan penyitaan itu untuk merenovasi bangunan gereja yang rusak akibat perang. Sebagian bangunan gereja memang rusak akibat perang pasukan pemerintah dengan anggota militan dari Partai Pekerja Kurdi (PKK).

Penyitaan gereja sepihak ini mendapat kecaman dari umat Kristiani Turki. Mereka mengancam akan mengajukan gugatan hukum terhadap keputusan itu.

gereja-turki.

"Pemerintah tidak mengambil alih gedung yang telah runtuh ini untuk dilindungi. Mereka melakukannya untuk mendapatkan itu," kata Ahmet Guvener, pendeta dari Gereja Protestan Diyarbakir, dilansir dari Reuters, Jumat (22/4).

Diyarbakir Bar Association, kelompok yang mewakili jemaat Kristen sudah mengajukan gugatan ke pengadilan.

"Di antara rencana pengambil alihan, ada bangunan milik lembaga-lembaga publik. Dan tempat-tempat ibadah dan tempat tinggal itu dianggap sebagai warisan sejarah dan budaya."

"Keputusan ini, yang tampaknya dibuat oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Perencanaan Kota, tidak beralasan atau memiliki pembenaran apapun, tidak dapat diterima dalam batas-batas tatanan konstitusional."

Pihak pemerintah melalui kementerian Lingkungan Hidup dan Perencanaan Kota, membantah tudingan pengambilalihan gereja-gereja itu didasari pada senitimen agama.

(Nay)
Komentar