Kisah Gadis Desa Jadi Polwan, Keluarga Miskin Rumahnya dari Bambu

Sabtu, 23 April 2016 12:40
Kisah Gadis Desa Jadi Polwan, Keluarga Miskin Rumahnya dari BambuBripda Putri dan keluarganya @rimanews.com

Putri Tanti Rahayu menjadi bukti bahwa perjuangan dan doa orangtua bisa mengabulkan cita-citanya. Dara 20 tahun warga Dusun Dilem, Desa Kebonrejo, Kecamatan Salaman, ini berhasil menjadi Polwan dan kini bertugas di Polres Magelang.

Putri pertama dari empat bersaudara dari pasangan Tobil dan Mulyanti ini besar di keluarga tidak mampu. Rumahnya yang berukuran 6x9 meter pun hanya terbuat dari anyaman bambu. Rumah itu pernah roboh setahun lalu.

Lulusan SMK di Salaman, Kabupaten Magelang ini kini menjadi staf Bagian Perencanaan Kepolisian Resort Magelang.

polwan-putri

Sang bapak berprofesi sebagai buruh batu bata, dan ibunya bekerja di pabrik garmen. Putri sempat minder saat mendaftar ke Polri.

Berkat dukungan sang ibu, Putri memberanikan diri. Dia mendapat informasi pendaftaran polisi dari temannya.

"Tahu dari teman, ada pendaftaran terus mencoba mendaftar online tapi susah satu minggu baru masuk, terus mendapat regristrasi terakhir dari Polres," cerita Putri.

"Malam hari curhat dengan ibu kalau tidak bisa renang tapi ibu mendorong untuk maju terus dan ternyata bisa renang dengan gaya punggung, saat itu ibu bilang orang lain pada gak lolos sampe nangis-nangis tapi kamu yang lolos malah gak mau ngelanjutin," imbuhnya.

"Rasanya setelah dinyatakan lolos sangat bersyukur sekali karena cita-cita awal tidak jadi Polwan. Tapi yang penting bekerja untuk bantu orangtua."

polwan-putri

Ayah Putri bersyukur anaknya itu bisa menjadi anggota polisi. Dia tak pernah membayangkan hal ini sebelumnya.

"Gak nyangka awalnya mau coba coba saja katanya ya saya bilang gak ada salahnya untuk mencoba, tapi kalau harus keluar uang saya tidak bisa," ungkap Tobii.

Kapolres Magelang, AKBP Zain Dwi Nugroho mengungkapkan Bripda Putri memiliki dedikasi tinggi dan bisa menjadi teladan bagi anggota lain dan masyarakat umum.

"Bahkan orangtua tinggal ditanah bukan miliknya, ini menunjukkan semangat yang cukup tinggi," imbuhnya.

Melihat kondisi rumah keluarga Putri, Kapolres tengah mencari cara agar Putri dan keluarganya bisa tinggal di rumah yang layak.

"Karena kerjanya bagus, setiap ada tugas langsung dikerjakan bahkan tidak jarang dia pulang hingga larut," tuturnya. Demikian dilansir dari berbagai sumber.

(Nay)
Komentar