Tarif GrabCar dan Uber Tak Lagi Murah Gara-gara Pajak

Jum'at, 22 April 2016 20:15
Tarif GrabCar dan Uber Tak Lagi Murah Gara-gara PajakGrabCar @vulcanpost.com
Kemenhub memastikan layanan transportasi umum berbasis aplikasi non trayek seperti GrabCar dan Uber akan menjadi lebih mahal. Hal ini tak lepas dari dikenakannya pajak penghasilan 10 persen dan pajak lainnya.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Pudji Hartanto mengatakan, "Kalau kena pajak, pasti tarifnya (Uber dan GrabCar) tidak akan murah lagi."

Selain pajak, Kemenhub juga akan membatasi tarif batas bawah untuk kedua layanan tersebut. Hal ini akan membuat keduanya tak bisa sembarangan membuat tarif yang sangat murah.

"Jadi nggak bisa lagi tarifnya di bawah, bawah banget kaya sekarang. Karena nggak ada batasannya," lanjut Pudji.

Tarif yang akan diterapkan pada kedua layanan ini menurut Kemenhub akan dilandasi pada jarak tempuh. Untuk itulah kini pihak Kemenhub berupaya mencapai kesepatakan dengan GrabCar maupun Uber.

"Peran pemerintah aturannya untuk mengeluarkan batasan tarif itu. Karena sekarang tidak ada semacam kepastian jarak tempuh, tarif atas tarif bawah," tandas Pudji.
(mks)
Komentar