2050, 10 Juta Manusia Mati Gara-gara Penyakit Sederhana

Jum'at, 22 April 2016 13:00
2050, 10 Juta Manusia Mati Gara-gara Penyakit SederhanaObat Antibiotik @uznamania.ru
Pihak WHO Indonesia, Dewi Indriani mengatakan jika antibiotik tidak ampuh lagi karena reaksi bakteri terhadap antibiotika tidak seperti biasanya. "Kami khawatir, di era ini, penyakit sederhana yang seharusnya bisa disembuhkan dengan antibiotik malah jadi berbahaya," ujarnya.

Antibiotika merupakan obat untuk mencegah infeksi yang disebabkan bakteri. Obat ini banyak beredar di masyarakat namun kerap kali masyarakat salah penggunaan sehingga bakteri kebal terhadap antibiotika.

Salah satu kesalahan adalah, resep yang berlebihan dari pihak medis, hingga anggapan bahwa antibiotika adalah obat segala penyakit sehingga dipakai terlalu sering.

Jika keampuhan antibiotika tidak segera ditangani, pakar kesehatan memprediksi bahwa pada tahun 2050 nanti akan ada 10 juta orang meninggal karena penyakit-penyakit sederhana. "Resistensi antibiotik itu mengakibatkan biaya kesehatan jadi lebih tinggi. Penyakit lebih sulit diobati," tegas Dewi.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Kuntaman juga mengimbau masyarakat untuk memahami bahwa demam memang salah satu tanda adanya infeksi dalam tubuh. Namun, tidak semua demam bisa diatasi dengan obat antibiotika.

Contoh, seorang pasien yang kecelakaan lalu demam, infeksi ini tidak bisa disembuhkan dengan obat antibiotika, melainkan analgesik dan antipirektik. Jika praktik-praktik sederhana ini dilakukan dengan benar, maka resistensi antibiotik tidak akan terjadi dan fungsi antibiotika masih bisa berjalan dengan baik.
(mks)
Komentar