6 WNI Korban Selamat Penculikan Abu Sayyaf Dijemput TNI

Jum'at, 22 April 2016 09:45
6 WNI Korban Selamat Penculikan Abu Sayyaf Dijemput TNITNI menjemput 6 WNI korban selamat Abu Sayyaf @kompas.com

Abu Sayyaf masih enggan melepaskan para sandera sebelum mendapat uang tebusan. Meski demikian, 6 WNI yang berhasil selamat dari penculikan kelompok militan Filipina itu sudah dijemput pada Kamis (21/4) sore kemarin di Kepulauan Ambalat.

Keenam WNI tersebut merupakan penumpang dari kapal tugboat TB Henry dan Tingkang Christy. Mereka adalah Leonard Bastian Hetharia, Sembara Oktafian, Yohanis Serang, Royke Fransy Montolalu dan Nahkoda kapal bernama Captain Amser AM Lantang. Sementara satu WNI lagi yang masih mengalami luka saat berusaha menyelamatkan diri kawanan Abu Sayyaf yakni Lambas Simanungkalit masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Tawau Malaysia.

Komandan Gugus Tempur Laut Koarmatim Laksamana Pertama I N G Ariawan SE memimpin langsung penjemputan ke-6 WNI itu di perbatasan Indonesia Malaysia. Menggunakan pesawat TNI AL, didampingi Danlanal Nunukan Letkol Laut Hreesang Wisanggeni, Ariawan mendarat di Bandara Nunukan pukul 12.10 WITA.

wni-filipina

Selanjutnya, usai penyerahan, para ABK dibawa ke Pangkalan TNI di Nunukan untuk dipulangkan ke keluarganya masing-masing.

Sementara itu, militer Filipina meminta negara-negara yang warganya diculik Abu Sayyaf tidak membayar uang tebusan.

"Tentara Filipina masih terus mendorong semua pihak mematuhi kebijakan pemerintah yang tidak membayar uang tebusan. Militer tidak ingin mempromosikan 'industri' yang mulai berkembang ini dan memutus aliran dana yang dapat memperkuat posisi kelompok militan," kata juru bicara militer Filipina, Restituto Padilla.

Pernyataan itu disampaikan menyusul pernyataan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan bahwa sebuah perusahaan Taiwan bersedia membayar uang tebusan ke-10 WNI yang disandera. Demikian dilansir dari berbagai sumber.

(Nay)
Komentar