Bocah 'Dewa' di Kalimantan Hoax, Raihan Cuma Ingin Jadi Ustaz

Kamis, 21 April 2016 11:30
Bocah 'Dewa' di Kalimantan Hoax, Raihan Cuma Ingin Jadi UstazMuhammad Raihan @liputan6.com
Beberapa waktu lalu publik dunia heboh dengan seorang bocah Kalimantan yang dianggap sebagai dewa, yakni Muhammad Raihan. Dibalik predikat dewa tersebut, bocah umur 13 tahun itu ternyata ingin menjadi seorang Ustaz.

Seorang jurnalis bernama Fadlan yang datang ke rumah Raihan mengonfirmasi, "Saya atas nama pribadi memohon maaf kepada keluarga Raihan atas tersebarnya informasi yang fiktif di berbagai media massa di Indonesia dan luar negeri," seperti yang dikutip dari Kaltim Tribunnews.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Raihan yang lahir dalam kondisi langka, memiliki bulu nyaris di seluruh tubuh dianggap sebagai dewa Hanoman yang kemudian disembah oleh warga sekitar.

Namun menurut Fadlan, latar belakangan tersebarnya berita bohong itu karena ada pihak kedua yang mengaburkan fakta sesungguhnya. Saat meliput, Fadlan hanya mendalami informasi mengenai kehidupan Raihan.

Ia hanya bertanya mengenai nama lengkap orang tua, saudara kandungnya, dan bagaimana ayahnya meninggal. Fadlan juga bertanya kepada warga setempat terkait keberadaan Raihan dan aktivitas ibu kandungnya.

Setelah hasil wawancara ditulis, Fadlan pun mengirimkannya ke media Inggris, Mirror. "Saya kirim foto dan hasil wawancara ke media online yang ada di Inggris (mirror.co.uk)," ujarnya.

Sayang sekali, pemberitaan yang ditulis dalam berita sama sekali tidak sama dengan apa yang ia paparkan. Fadlan kemudian menduga ada kesalahan pada editor redaksi tersebut.

"Redakturnya menambahkan opini yang tidak sesuai fakta, seperti tulisan titisan dewa dan dianggap sebagai Tuhan oleh warga. Parahnya lagi kemudian dikutip lagi oleh media media yang ada di Indonesia. Ditulis manusia serigala, manusia Hanoman," terangnya.

Dengan konfirmasi ini, Fadlan berharap kepada pembaca agar tidak percaya berita sebelumnya yang mengatakan jika Raihan dianggap sebagai dewa dan dipuja warga Kalimantan.

"Raihan hanyalah seperti kita. Seperti pada anak-anak umumnya, Raihan sudah saya anggap seperti anak saya sendiri. Raihan itu hanya manusia biasa yang bercita-cita ingin menjadi ustaz," tegasnya.
(mks)
Komentar