Maia Estianty Pernah Hampir Diperkosa Tukang Kebun

Rabu, 20 April 2016 21:45
Maia Estianty Pernah Hampir Diperkosa Tukang KebunMaia Estianty @instagram.com/maiaestiantyreal
Maia Estianty mengungkapkan sebuah hal yang menghebohkan publik terkait masa lalunya. Mantan istri Ahmad Dhani ini mengakui bahwa dirinya sempat jadi korban pelecehan seksual ketika masih kecil.

Kala itu ibunda Al, El, dan Dul ini dilecehkan tukang kebun di rumah pamannya ketika masih kelas 2 SD. "Pernah mengalami korban pelecehan kekerasan seksual. Ini pengalaman buruk buat saya," ujar Maia di Hotel Grand Mahakam, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (19/4), seperti dikutip Dream.

"Waktu itu saya belom sampai diperkosa tapi udah dilecehkan dalam arti udah grepe-grepe ya kan, dicium bibirnya, waktu itu kan saya nggak ngerti sama sekali," paparnya.

"Waktu itu ngomong sama suster di rumah itu. Ini kok Pak itu gitu-gituin aku ya. Dia ngamuk, dan itu baru dikasih tahu," akunya.

Lebih lanjut Maia menjelaskan jika pengalaman itu masih membekas sampai saat ini. Oleh sebab itu ia mengimbau para orangtua untuk selalu menjaga anaknya agar tidak sampai mengalami peristiwa kurang menyenangkan seperti dirinya.

"Kalau trauma sih nggak, tapi membekas, membekas iya," ujar Maia. "Trauma maksudnya trauma yang ketakutan gimana? Nggak ada, tapi membekas. Jadi kalau misalnya saya punya keponakan perempuan, aku kasih tahu bahwa ibu-ibunya nih, hati-hati, sopir, sopir laki dijaga."

Karena kasus itu pula Maia pun mendukung adanya pendidikan seks usia dini untuk anak-anak. Maia berpesan supaya anak-anak diberitahu bagian-bagian tubuh yang biasanya rentah dilecehkan orang-orang tak bertanggungjawab agar mereka bisa melindungi diri bila terjadi hal-hal tak diinginkan.

"Sama seperti kepada keponakan-keponakan saya, ibunya saya kasih tahu bahwa hati-hati, sopir, pembantu atau satpam, segala macam, anak harus dikasih tahu bahwa kalau dipegang sini nggak boleh, kalau diginiin, jangan," tuturnya. "Pokoknya disebut-sebutin bagian yang ini, yang ini, tapi disebutin yah apa gitu, namanya apa, namanya apa, jangan. Itu penting banget supaya mereka tidak terjadi pelecehan seksual seperti saya dulu."
(hdk)
Komentar