Seks Pertama Kali dalam Pandangan Sains

Rabu, 20 April 2016 14:50
Seks Pertama Kali dalam Pandangan SainsIlustrasi @news.discovery.com
Peneliti telah menemukan adanya hubungan antara DNA dan hubungan seks. Analisis tersebut ditemukan dalam survei yang dilakukan terhadap lebih dari 450 ribu orang di Islandia, Inggris, dan Amerika Serikat.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature Genetics itu menyebutkan, ada 38 wilayah gen yang berpengaruh ketika seseorang melakukan hubungan seks untuk pertama kali. Sebagian besar gen terkait dengan hormon dan pubertas.

Selain mengungkap perilaku penuh risiko dari pelaku seks, penelitian ini juga menunjukkan faktor eksternal seperti agama, lingkungan sosial, dan latar belakang ekonomi masih berperan penting dalam mempengaruhi perilaku seks.

Artinya, beberapa faktor tersebut akan mempengaruhi keputusan melakukan hubungan seksual untuk pertama kalinya. "Akan ada perasaan dilematis," demikian ujar peneliti yang terlibat dalam penelitian ini, John Perry.

John yang juga ketua studi menjelaskan, "Seperempat responden melakukan hubungan seksual lantaran takdir, tiga perempatnya merupakan didikan lingkungan."

Menurutnya, faktor pubertas dan genetik juga mempengaruhi pelaku seks di kemudian hari terkait risiko penyakit. "Waktu pubertas dan usia saat melakukan hubungan seksual pertama kali ternyata dapat memicu penyakit jantung, diabetes, sejumlah kanker, kalau tidak dipikirkan dengan saksama," tandasnya.
(mks)
Komentar